Pendidikan Al-Qur’an pada jenjang usia dini sering kali masih berorientasi pada target penyelesaian hafalan teks murni. Orientasi tersebut belum sepenuhnya menekankan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai al-Qur’an dalam kehidupan anak. Karena itu, diperlukan pembelajaran yang mengintegrasikan hafalan dengan internalisasi nilai keagamaan melalui praktik keseharian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pergeseran orientasi pengajaran tersebut menuju internalisasi nilai-nilai agama, dengan membedah fenomena Living Qur’an di TK TPA Tahfizh Al Fath Azhar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatoris selama 180 jam kegiatan pengabdian masyarakat serta wawancara informal bersama pendidik. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, penerapan rutinitas adab keseharian sukses mengubah teks hafalan menjadi tindakan sosial dan etika yang nyata. Kedua, inisiasi fasilitas pojok literasi terbukti mampu menciptakan lingkungan fisik yang merangsang santri untuk aktif mengeksplorasi bacaan keislaman secara mandiri. Ketiga, metode berkisah (storytelling) memainkan peran sebagai tafsir lisan yang menjembatani teks teologis yang berat dengan nalar kepolosan anak-anak. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi Qur'ani bagi anak prasekolah jauh lebih bermakna dan membumi apabila diintegrasikan lewat pembiasaan lingkungan, penyediaan fasilitas baca, serta pendekatan naratif, ketimbang sekadar mengandalkan metode setoran hafalan konvensional. Temuan Living Qur’an menunjukkan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an diinternalisasikan melalui pembiasaan membaca, berdoa, berperilaku baik, dan penerapan nilai Qur’ani dalam aktivitas sehari-hari.
Copyrights © 2026