Gerakan Kebun Gizi Keluarga (GK2) merupakan program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan dan pemenuhan gizi keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan di Desa Gading Watu, Kabupaten Gresik. Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dengan Kegiatan Gerakan Kebun Gizi Keluarga (GK2) diikuti oleh 55 peserta dan menghasilkan tujuh kebun gizi, yang terdiri atas enam kebun gizi yang tersebar di enam dusun serta satu kebun gizi di Balai Desa. Evaluasi program dilakukan berdasarkan tingkat partisipasi masyarakat, keterlibatan dalam praktik penanaman dan pemeliharaan, terbentuknya kebun gizi, serta keberadaan struktur pengelola dan jadwal perawatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa masyarakat terlibat dalam proses penanaman, pemeliharaan, dan pengelolaan kebun gizi. Perubahan skor pengetahuan masyarakat tidak diukur secara kuantitatif sehingga peningkatan pengetahuan tidak dinyatakan dalam bentuk skor. Dampak ekonomi dan perubahan ketahanan pangan keluarga juga belum diukur secara khusus, sehingga keberhasilan program dibatasi pada indikator keterlaksanaan kegiatan, partisipasi masyarakat, terbentuknya kebun gizi, dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaannya.pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang menekankan pemanfaatan aset dan potensi lokal masyarakat. Pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi aset dan kebutuhan masyarakat, perencanaan partisipatif, edukasi gizi seimbang, pelatihan urban farming, praktik penanaman, serta pendampingan dan pengelolaan kebun gizi pada setiap dusun. Jenis tanaman yang dikembangkan meliputi bayam merah, cabai, terong, tomat, kates, pagoda, dan pakcoy dengan teknik penanaman menggunakan polybag, bedeng tanam, dan vertikultur. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman pangan. Partisipasi aktif masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK dan kelompok pengelola kebun gizi, mendukung proses penanaman, pemeliharaan, hingga pemanfaatan hasil panen untuk konsumsi keluarga. Program GK2 juga berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap pembelian sayuran dari pasar serta mendukung kemandirian pangan dan ekonomi keluarga. Keberlanjutan program memerlukan penguatan kelembagaan, koordinasi antara masyarakat, PKK, dan perangkat desa, serta perawatan kebun secara berkelanjutan setelah berakhirnya kegiatan KKN. Dengan demikian, GK2 dapat menjadi salah satu strategi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dalam mendukung akses pangan bergizi dan ketahanan pangan keluarga.
Copyrights © 2026