Diare merupakan gejala infeksi pada saluran usus yang disebabkan oleh berbagai bakteri, virus dan parasit. Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada anak usia taman kanak-kanak (TK), di mana faktor perilaku higienis dan tingkat pengetahuan memiliki peran penting dalam pencegahannya. Salah satu perilaku sederhana namun efektif adalah praktik cuci tangan pakai sabun (CTPS). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan praktek cuci tangan pakai sabun dengan kejadian diare pada anak TK usia 5-6 tahun di wilayah kerja Pukesmas Air Tiris tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada 21-27 Januari dengan jumlah sampel 109 anak TK, menggunakan teknik simple rendom sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembaran observasi. Analisis data yang digunakan adalah anaisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil univariat diperoleh 61 responden (56%) pengetahuan tinggi, 62 responden (56,9%) tidak mengalami diare dan diperoleh 59 responden (54,1%) praktek CPTS baik, 19 responden (32,2) mengalami diare. Hasil uji Chi Square ada hubungan antara pengetahuan dan praktek cuci tangan pakai sabun dengan kejadian diare pada anak TK usia 5-6 tahun (p value = 0,002). Keseimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan pengetahuan dan praktek cuci tangan pakai sabun dengan kejadian diare pada anak TK usia 5-6 tahun di wilayah kerja pukesmas air tiris. Saran diharapkan anak menerapkan pengetahuan dan praktek cuci tangan pakai sabun (CPTS) secara konsisten untuk mencegah dan menurunkan kejadian diare pada anak TK di wilayah kerja Pukesmas Air Tiris.
Copyrights © 2026