Penggunaan bahasa dalam karya sastra tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan informasi dan menggambarkan keadaan emosional tokoh, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses pengelolaan emosi dalam interaksi. Dalam konteks tersebut, tindak tutur ekspresif tidak hanya dipahami sebagai bentuk pengungkapan perasaan, tetapi juga sebagai tindakan pragmatik yang dapat memengaruhi arah dan intensitas keadaan emosional tokoh. Penelitian ini bertujuan menganalisis fungsi pragmatik tindak tutur ekspresif sebagai bagian dari proses regulasi emosi tokoh dalam novel Luka Cita karya Valerie Patkar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi interpretatif. Data berupa tuturan tokoh yang mengandung tindak tutur ekspresif dan berkaitan dengan kondisi atau proses regulasi emosi, sedangkan narasi digunakan sebagai konteks pendukung. Analisis dilakukan berdasarkan klasifikasi tindak tutur ekspresif Searle dan dilanjutkan dengan interpretasi fungsi pragmatik serta fungsi regulatifnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur ekspresif dalam novel berfungsi dalam empat bentuk regulasi emosi, yaitu mengelola, mengalihkan, meredakan, dan memperkuat atau mempertahankan emosi. Fungsi tersebut berlangsung secara intrapersonal melalui pengelolaan keadaan emosional diri dan secara interpersonal melalui pemberian dukungan, pembelaan, atau pengurangan tekanan emosional tokoh lain. Temuan ini menunjukkan bahwa tindak tutur ekspresif dalam karya sastra tidak hanya merepresentasikan emosi, tetapi juga berperan sebagai tindakan pragmatik dalam proses regulasi emosi dan dinamika hubungan antartokoh.
Copyrights © 2026