Peran guru sebagai motivator, fasilitator, dan evaluator menjadi krusial dalam mengatasi kecemasan matematika (math anxiety) dan hambatan belajar siswa kelas V di SD Negeri Hegar, tempat ditemukan 5 dari 28 siswa kesulitan memahami materi dan 2 siswa mengalami kecemasan matematika. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru serta mekanisme sinergi ketiga peran tersebut dalam mengoptimalkan capaian kognitif siswa pada pembelajaran matematika. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan subjek satu guru kelas V dan delapan siswa yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria kesulitan belajar matematika, dilaksanakan selama satu semester di sekolah tersebut. Alur penelitian meliputi observasi awal, penyusunan instrumen, pengumpulan data, analisis, dan verifikasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang ditriangulasi antarsumber dan antarteknik. Hasil menunjukkan seluruh siswa (8 dari 8) merespons positif peran motivator, dan sekitar 60-70 persen siswa mencapai KKM. Penelitian menyimpulkan ketiga peran guru saling menopang sebagai satu sistem instruksional, dengan rekomendasi penguatan strategi motivasi berbasis growth mindset, evaluasi diagnostik, dan penelitian lanjutan dengan cakupan lebih luas.
Copyrights © 2026