Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan gerak lokomotor siswa kelas V dan VI SDN 08 Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran objektif tentang kemampuan gerak lokomotor siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 08 Nan Sabaris pada 20-23 Juli 2026. Populasi penelitian berjumlah 109 siswa, sedangkan sampel penelitian berjumlah 37 siswa yang terdiri dari 19 siswa kelas V dan 18 siswa kelas VI. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes unjuk kerja (performance assessment) untuk mengukur kemampuan empat bentuk gerak lokomotor, yaitu berjalan (walking), berlari (running), melompat (jumping), dan meloncat (hopping). Penilaian dilakukan dengan skala 1–4 pada setiap aspek gerakan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan menghitung skor, nilai rata-rata, persentase, dan distribusi frekuensi berdasarkan kategori penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan gerak lokomotor siswa kelas V dan VI secara keseluruhan berada pada kategori cukup, dengan nilai rata-rata sebesar 74,15. Dari 37 siswa, ada 1 siswa (2,71%) berada pada kategori sangat baik, 7 siswa (18,91%) berada pada kategori baik, 29 siswa (78,38%) berada pada kategori cukup, dan tidak ada siswa (0%) pada kategori kurang. Berdasarkan kelas, siswa kelas V mendapatkan nilai rata-rata 75,66 dengan kategori cukup, sedangkan siswa kelas VI mendapatkan nilai rata-rata 72,57 dengan kategori cukup. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sudah memiliki kemampuan gerak lokomotor, tetapi penguasaan geraknya masih belum optimal. Oleh karena itu, dibutuhkan pembelajaran PJOK yang terencana, berkelanjutan, bervariasi, serta memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan latihan gerak lokomotor secara berulang melalui aktivitas permainan dan olahraga yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2026