Labor pain during the active phase of the first stage of labor is commonly experienced by women in labor and may cause discomfort and anxiety. This case study aimed to determine the effect of the counterpressure technique on reducing labor pain in a 28-year-old woman, Mrs. S, with obstetric status G2P1A0, at Puskesmas Kalikajar in March 2026. Based on the assessment, the mother complained of regular abdominal tightening accompanied by bloody mucus discharge, with good general condition, normal vital signs, cervical dilation of 4 cm, intact membranes, and the fetal head already engaged in the pelvic inlet, indicating the active phase of the first stage of labor. The care provided included explaining the mother’s and fetus’s condition, encouraging food and fluid intake, ambulation, emotional support, relaxation techniques, close observation of maternal and fetal conditions, and applying counterpressure to the sacral area during contractions. Data were collected through interviews, observation, documentation, and pain assessment using the Wong-Baker Faces Pain Rating Scale. The results showed a decrease in pain intensity after the intervention, from a score of 4–5 to 1–3. In conclusion, the counterpressure technique was effective in reducing labor pain during the active phase of the first stage of labor and may be used as a non-pharmacological intervention in midwifery care. Abstrak Nyeri persalinan merupakan masalah yang sering dialami ibu bersalin pada kala I fase aktif dan dapat menimbulkan ketidaknyamanan serta meningkatkan kecemasan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh teknik counterpressure terhadap penurunan nyeri persalinan pada ibu bersalin kala I fase aktif. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada Ny. S usia 28 tahun dengan status obstetri G2P1A0 di Puskesmas Kalikajar pada Maret 2026. Berdasarkan hasil pengkajian, ibu datang dengan keluhan perut terasa kencang teratur disertai lendir bercampur darah, keadaan umum baik, tanda vital dalam batas normal, pembukaan serviks 4 cm, ketuban utuh, kepala janin sudah masuk PAP, dan ibu berada pada kala I fase aktif. Asuhan yang diberikan meliputi pemberian penjelasan mengenai kondisi ibu dan janin, anjuran makan dan minum, anjuran berjalan-jalan, dukungan emosional, teknik relaksasi, observasi kondisi ibu dan janin, serta penerapan counterpressure pada daerah sakrum selama kontraksi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan pengukuran nyeri menggunakan Wong-Baker Faces Pain Rating Scale. Hasil menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri setelah dilakukan counterpressure, dari skala 4–5 menjadi 1–3. Dengan demikian, teknik counterpressure efektif membantu menurunkan nyeri persalinan pada kala I fase aktif dan dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam asuhan kebidanan.
Copyrights © 2026