Maternal and infant health remain important concerns in Indonesia, particularly regarding continuous maternal healthcare services. One of the common problems experienced by postpartum mothers is breast engorgement, which causes swollen, hard, and painful breasts and interferes with the breastfeeding process. If left untreated, this condition may develop into mastitis. One complementary non-pharmacological therapy used to manage breast engorgement is cold cabbage compresses. Cabbage leaves were chosen because they contain natural anti-inflammatory substances and provide a cooling effect that helps reduce swelling and breast pain. In addition, this therapy is easy to obtain, economical, safe, and can be applied independently by postpartum mothers. This study aimed to implement Continuity of Care (CoC) midwifery care for Mrs. R, a 27-year-old G1P0A0 woman, by applying cold cabbage compresses to treat breast engorgement at PMB Fatmah Baradja Pringapus. This study used a descriptive method with a case study approach through comprehensive midwifery care from pregnancy, childbirth, postpartum period, newborn care, neonates, to family planning services. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, documentation, and SOAP records. The results showed that the Continuity of Care approach was implemented well according to the client’s needs. During the postpartum period, breast engorgement was successfully managed after the application of cold cabbage compresses, as indicated by reduced pain, decreased breast swelling, and smoother breast milk production. In conclusion, cold cabbage compresses are effective as a non-pharmacological therapy for managing breast engorgement in postpartum mothers.. Abstrak Kesehatan ibu dan bayi masih menjadi perhatian penting di Indonesia, terutama pada pelayanan maternal berkesinambungan. Salah satu masalah yang sering dialami ibu nifas adalah bendungan ASI yang menyebabkan payudara bengkak, keras, nyeri, dan mengganggu proses menyusui. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi mastitis. Salah satu terapi komplementer nonfarmakologis yang digunakan untuk mengatasi bendungan ASI adalah kompres kubis dingin. Daun kubis dipilih karena memiliki kandungan antiinflamasi alami dan efek dingin yang membantu mengurangi pembengkakan serta nyeri payudara. Selain itu, terapi ini mudah diperoleh, ekonomis, aman, dan dapat diterapkan secara mandiri oleh ibu nifas. Penelitian ini bertujuan menerapkan asuhan kebidanan Continuity of Care (CoC) pada Ny. R umur 27 tahun G1P0A0 dengan pemberian kompres kubis dingin untuk mengatasi bendungan ASI di PMB Fatmah Baradja Pringapus. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui asuhan kebidanan komprehensif mulai masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, neonatus, hingga keluarga berencana. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan pencatatan SOAP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asuhan Continuity of Care berjalan baik sesuai kebutuhan klien. Pada masa nifas, bendungan ASI dapat teratasi setelah pemberian kompres kubis dingin yang ditandai dengan berkurangnya nyeri, menurunnya pembengkakan payudara, dan pengeluaran ASI lebih lancar. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kompres kubis dingin efektif sebagai terapi nonfarmakologis untuk mengatasi bendungan ASI pada ibu nifas.
Copyrights © 2026