Beban kerja yang tinggi dan dinamika interaksi di ruang rawat inap membuat perawat sangat rentan terhadap risiko psikososial, yang dapat berdampak pada penurunan kinerja keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor risiko psikososial (Tuntutan Pekerjaan, Hubungan Interpersonal dan Kepemimpinan, serta Modal Sosial) dengan Perilaku Keselamatan pada perawat. Penelitian ini merupakan studi observasional kuantitatif dengan desain *cross-sectional*. Penelitian dilakukan di ruang rawat inap RSU Sembiring Deli Tua dengan total sampel sebanyak 57 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner yang diadaptasi dari COPSOQ III dan *Safety Behavior* Neal & Griffin (2006), kemudian dianalisis menggunakan uji statistik korelasi *Spearman Rank* (α = 0,05). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara Tuntutan Pekerjaan dan Perilaku Keselamatan (p < 0,001; r = –0,760). Sebaliknya, terdapat korelasi positif yang kuat dan signifikan antara Hubungan Interpersonal dan Kepemimpinan dengan Perilaku Keselamatan (p < 0,001; r = 0,951), serta antara Modal Sosial dan Perilaku Keselamatan (p < 0,001; r = 0,938). Dapat disimpulkan bahwa tuntutan pekerjaan yang lebih tinggi menyebabkan penurunan perilaku keselamatan, sedangkan kualitas hubungan interpersonal, kepemimpinan, dan modal sosial yang lebih baik mendorong peningkatan perilaku keselamatan. Manajemen rumah sakit disarankan untuk mengevaluasi rasio beban kerja perawat dan memfasilitasi program penguatan kepemimpinan bagi Kepala Perawat guna mengoptimalkan budaya keselamatan di unit rawat inap
Copyrights © 2026