Kelurahan Namasina merupakan wilayah pesisir yang berdekatan dengan perbukitan sehingga memiliki potensi risiko bencana, khususnya gempa bumi dan tsunami. Keterbatasan media informasi kebencanaan serta rendahnya pemahaman masyarakat, terutama peserta didik sekolah dasar, mengenai tindakan sebelum, saat, dan setelah bencana menjadi latar belakang pelaksanaan kegiatan ini. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui pemetaan jalur evakuasi dan edukasi pengurangan risiko bencana di Kelurahan Namasina, Kecamatan Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, survei, identifikasi lokasi evakuasi bersama masyarakat, serta evaluasi pemahaman peserta didik menggunakan pre-test dan post-test. Tahapan kegiatan meliputi penyusunan dua jenis peta jalur evakuasi, sosialisasi kesiapsiagaan bencana, simulasi evakuasi, serta pemasangan media informasi peta pada lokasi strategis, yaitu Gereja Maranatha, lingkungan sekolah, dan Kantor Kelurahan Namasina. Kegiatan pemetaan melibatkan pemerintah kelurahan dan masyarakat setempat, sedangkan kegiatan sosialisasi melibatkan peserta didik kelas I–VI SD Naskat Yos Soedarso 1 Masohi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta didik mengenai upaya pengurangan risiko bencana berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Program ini juga menghasilkan dua peta jalur evakuasi yang berfungsi sebagai media informasi mitigasi kebencanaan bagi masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan terlaksana dengan tingkat realisasi 100%. Integrasi edukasi kebencanaan dan teknologi tepat guna berbasis pemetaan terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat serta mendukung terwujudnya Kelurahan Namasina yang tangguh bencana.
Copyrights © 2026