Siswa SMK Negeri 1 Tuntang memiliki keterampilan teknis yang kuat di jurusan TKJ dan Multimedia, namun belum mampu mengemasnya menjadi layanan bernilai jual karena pembelajaran kewirausahaan masih memisahkan teori dari praktik. Akibatnya, lulusan cenderung menjadi pencari kerja. Program pengabdian ini menerapkan experiential retail learning selama 12 minggu yang mengintegrasikan pelatihan kelas, simulasi toko berbasis dashboard analytics, dan validasi pasar riil menggunakan Canva Pro, Adobe Express, serta simulator e-dagang. Tiga puluh peserta dipilih melalui asesmen potensi bisnis dan wawancara motivasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: skor Value Proposition portofolio naik dari 3 menjadi 5 (67%), Revenue Streams dari 2 menjadi 5 (150%), dan Creativity & Innovation dari 2 menjadi 4 (100%). Sikap kewirausahaan juga membaik; keyakinan mengubah keahlian teknis menjadi bisnis naik 100% (dari skor 2 ke 4), kemampuan membuat konten visual untuk promosi melonjak 150% (dari skor 2 ke 5). Target optimasi media sosial sebesar 85% dan peningkatan literasi bisnis sebesar 80% berhasil dilampaui, sebagaimana tervisualisasi dalam grafik capaian program. Integrasi alat digital dan pengalaman berjualan nyata efektif membentuk kompetensi wirausaha siswa SMK.
Copyrights © 2026