Jurnal Agrium
Vol. 23 No. 3: September 2026

Karakteristik biologi tanah yang diaplikasi biochar dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays L. saccharata Sturt)

Zulfikar Zulfikar (Mahasiswa Program Studi Magister Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh, Jl. Cot Tengku Nie Reuleut, Muara Batu, Aceh Utara, Aceh 24355, Indonesia)
Yusra Yusra (Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh, Jl. Cot Tengku Nie Reuleut, Muara Batu, Aceh Utara, Aceh 24355, Indonesia)
Halim Akbar (Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh, Jl. Cot Tengku Nie Reuleut, Muara Batu, Aceh Utara, Aceh 24355, Indonesia)
Khusrizal Khusrizal (Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh, Jl. Cot Tengku Nie Reuleut, Muara Batu, Aceh Utara, Aceh 24355, Indonesia)
Ismadi Ismadi (Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh, Jl. Cot Tengku Nie Reuleut, Muara Batu, Aceh Utara, Aceh 24355, Indonesia)



Article Info

Publish Date
26 Sep 2026

Abstract

Degradasi tanah akibat pengelolaan lahan yang kurang berkelanjutan menjadi salah satu faktor pembatas produktivitas jagung manis (Zea mays L. saccharata Sturt). Pemanfaatan biochar dan pupuk hayati merupakan alternatif yang berpotensi memperbaiki karakteristik biologis dan kesuburan tanah melalui peningkatan aktivitas mikroorganisme serta ketersediaan hara bagi tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh biochar dan pupuk hayati terhadap karakteristik biologis tanah, pertumbuhan, dan hasil tanaman jagung manis di Desa Matang Raya Timur, Baktiya, Aceh Utara, pada September–Desember 2025. Analisis dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, Laboratorium Biologi Tanah MIPA-USK, dan Laboratorium Terintegrasi Universitas Malikussaleh. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial 3 × 4 dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah jenis biochar (alang-alang, sekam padi, dan tempurung kelapa), sedangkan faktor kedua adalah jenis pupuk hayati (Promi, Trichoderma, PGPR, dan mikoriza). Peubah yang diamati meliputi populasi mikroorganisme tanah, panjang akar, bobot basah dan bobot kering akar, bobot jagung per kelobot, serta infeksi akar. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi biochar secara tunggal memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap bobot kering akar, bobot jagung per kelobot, dan infeksi akar, serta pengaruh nyata terhadap bobot basah akar. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan biochar sekam padi. Aplikasi pupuk hayati secara tunggal memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap panjang akar, bobot basah akar, dan bobot jagung per kelobot, serta berpengaruh nyata terhadap bobot kering akar. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan Trichoderma sp. dengan dosis 3,6 kg ha⁻¹ (20 g tanaman⁻¹). Interaksi antara biochar dan pupuk hayati memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap bobot jagung per kelobot. Kombinasi terbaik adalah biochar sekam padi dan pupuk hayati Trichoderma sp. dengan dosis 3,6 kg ha⁻¹ (20 g tanaman⁻¹). Untuk karakteristik biologis tanah, perlakuan terbaik adalah biochar sekam padi dan pupuk hayati Promi dengan dosis 4 kg ha⁻¹ (1,6 g tanaman⁻¹).

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

agrium

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Agrium (Journal of Agricultural Research) ISSN 1829-9288 (Print) ISSN 2655-1837 (Online ) is a scientific publication media in are of agriculture that is published regularly every year, March and September. The manuscript comes from the results of basic and applied research, and the results ...