Degradasi tanah akibat pengelolaan lahan yang kurang berkelanjutan menjadi salah satu faktor pembatas produktivitas jagung manis (Zea mays L. saccharata Sturt). Pemanfaatan biochar dan pupuk hayati merupakan alternatif yang berpotensi memperbaiki karakteristik biologis dan kesuburan tanah melalui peningkatan aktivitas mikroorganisme serta ketersediaan hara bagi tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh biochar dan pupuk hayati terhadap karakteristik biologis tanah, pertumbuhan, dan hasil tanaman jagung manis di Desa Matang Raya Timur, Baktiya, Aceh Utara, pada September–Desember 2025. Analisis dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, Laboratorium Biologi Tanah MIPA-USK, dan Laboratorium Terintegrasi Universitas Malikussaleh. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial 3 × 4 dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah jenis biochar (alang-alang, sekam padi, dan tempurung kelapa), sedangkan faktor kedua adalah jenis pupuk hayati (Promi, Trichoderma, PGPR, dan mikoriza). Peubah yang diamati meliputi populasi mikroorganisme tanah, panjang akar, bobot basah dan bobot kering akar, bobot jagung per kelobot, serta infeksi akar. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi biochar secara tunggal memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap bobot kering akar, bobot jagung per kelobot, dan infeksi akar, serta pengaruh nyata terhadap bobot basah akar. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan biochar sekam padi. Aplikasi pupuk hayati secara tunggal memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap panjang akar, bobot basah akar, dan bobot jagung per kelobot, serta berpengaruh nyata terhadap bobot kering akar. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan Trichoderma sp. dengan dosis 3,6 kg ha⁻¹ (20 g tanaman⁻¹). Interaksi antara biochar dan pupuk hayati memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap bobot jagung per kelobot. Kombinasi terbaik adalah biochar sekam padi dan pupuk hayati Trichoderma sp. dengan dosis 3,6 kg ha⁻¹ (20 g tanaman⁻¹). Untuk karakteristik biologis tanah, perlakuan terbaik adalah biochar sekam padi dan pupuk hayati Promi dengan dosis 4 kg ha⁻¹ (1,6 g tanaman⁻¹).
Copyrights © 2026