p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agrium
Yusra Yusra
Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh, Jl. Cot Tengku Nie Reuleut, Muara Batu, Aceh Utara, Aceh 24355, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika stok karbon dan fosfor tanah sawah irigasi dan non-irigasi di Kabupaten Aceh Utara Uswatun Hasanah; Khusrizal Khusrizal; Yusra Yusra; Nasruddin Nasruddin; Halim Akbar
Agrium Vol. 23 No. 1: March 2026
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v23i1.26642

Abstract

Stok karbon tanah (SKT) merupakan bagian penting dari siklus karbon global, sementara fosfor (P) unsur hara essensial bagi tanaman. Keberadaan SKT dan P pada sawah irigasi dan non-irigasi serta sifat yang memengaruhinya masih sedikit informasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan sifat fisiko-kimia terhadap SKT dan P-tersedia pada tanah sawah irigasi dan non-irigasi. Sebanyak 36 sampel tanah telah diambil dari 12 profil tanah dan setiap profil tanah terdiri dari 3 lapisan (0-20, 20-40 dan 40-60 cm). Hasil penelitian menunjukkan fraksi pasir dan debu tertinggi terdapat sawah non-irigasi masing-masing 37,31% dan 37,53%. Fraksi liat tertinggi ditemukan pada sawah irigasi sebesar 69,67%. Kelembapan tanah tertinggi sebesar 99% terdapat pada sawah irigasi dan non-irigasi. Suhu tanah tertinggi sebesar 34,9oC terdapat pada sawah non-irigasi. Bulk density tertinggi sebesar 1,66 g/cm³ terdapat pada sawah irigasi. Kadar air tanah tertinggi sebesar 37,31% juga ditemukan pada sawah non-irigasi, sedangkan pH tanah tertinggi dengan nilai 6,36 terdapat pada sawah irigasi. Kapasitas tukar kation dan salinitas tertinggi terdapat pada sawah irigasi dengan nilai masing-masing 33,05 me/100g dan 4,47 dS/m. Kadar C-organik, SKT, dan P-tersedia tertinggi terdapat pada sawah irigasi masing-masing 6,84%, 495,79 Mg C/ha dan 5,03 ppm. SKT dipengaruhi oleh salinitas, kapasitas tukar kation, C-organik, P-tersedia, sementara P dikendalikan oleh fraksi pasir, bulk density, salinitas, kapasitas tukar kation, dan C-organik.
Karakteristik biologi tanah yang diaplikasi biochar dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays L. saccharata Sturt) Zulfikar Zulfikar; Yusra Yusra; Halim Akbar; Khusrizal Khusrizal; Ismadi Ismadi
Agrium Vol. 23 No. 3: September 2026
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v23i3.29219

Abstract

Degradasi tanah akibat pengelolaan lahan yang kurang berkelanjutan menjadi salah satu faktor pembatas produktivitas jagung manis (Zea mays L. saccharata Sturt). Pemanfaatan biochar dan pupuk hayati merupakan alternatif yang berpotensi memperbaiki karakteristik biologis dan kesuburan tanah melalui peningkatan aktivitas mikroorganisme serta ketersediaan hara bagi tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh biochar dan pupuk hayati terhadap karakteristik biologis tanah, pertumbuhan, dan hasil tanaman jagung manis di Desa Matang Raya Timur, Baktiya, Aceh Utara, pada September–Desember 2025. Analisis dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, Laboratorium Biologi Tanah MIPA-USK, dan Laboratorium Terintegrasi Universitas Malikussaleh. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial 3 × 4 dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah jenis biochar (alang-alang, sekam padi, dan tempurung kelapa), sedangkan faktor kedua adalah jenis pupuk hayati (Promi, Trichoderma, PGPR, dan mikoriza). Peubah yang diamati meliputi populasi mikroorganisme tanah, panjang akar, bobot basah dan bobot kering akar, bobot jagung per kelobot, serta infeksi akar. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi biochar secara tunggal memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap bobot kering akar, bobot jagung per kelobot, dan infeksi akar, serta pengaruh nyata terhadap bobot basah akar. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan biochar sekam padi. Aplikasi pupuk hayati secara tunggal memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap panjang akar, bobot basah akar, dan bobot jagung per kelobot, serta berpengaruh nyata terhadap bobot kering akar. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan Trichoderma sp. dengan dosis 3,6 kg ha⁻¹ (20 g tanaman⁻¹). Interaksi antara biochar dan pupuk hayati memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap bobot jagung per kelobot. Kombinasi terbaik adalah biochar sekam padi dan pupuk hayati Trichoderma sp. dengan dosis 3,6 kg ha⁻¹ (20 g tanaman⁻¹). Untuk karakteristik biologis tanah, perlakuan terbaik adalah biochar sekam padi dan pupuk hayati Promi dengan dosis 4 kg ha⁻¹ (1,6 g tanaman⁻¹).