Jurnal Agrium
Vol. 23 No. 3: September 2026

Pertumbuhan tanaman padi varietas Situbagendit (Oryza sativa L.) terhadap kombinasi pupuk KCL dan jerami pada beberapa frekuensi penyiraman

Herlina Mega Puspitasari (Program Studi Diploma Tiga Agribisnis, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 57126, Indonesia)
HP Julsento (Program Studi Budi Daya Kelapa Sawit, Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta, Sleman, Yogyakarta, 55281, Indonesia)
Bela Tri Wijayanti (Program Studi Diploma Tiga Agribisnis, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 57126, Indonesia)
Aulia Adillah (Program Studi Diploma Tiga Agribisnis, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 57126, Indonesia)
Muhammad Fariz Yoga Pranata (Program Studi Diploma Tiga Agribisnis, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 57126, Indonesia)
Raden Kunto Adi (Program Studi Diploma Tiga Agribisnis, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 57126, Indonesia)
Rehino Yanu Seto (Program Studi Diploma Tiga Agribisnis, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 57126, Indonesia)
Ian Danarko Budi Putranto (3. Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Sleman, Yogyakarta, 55281, Indonesia)
Muhammad Parikesit Wisnu Broto (Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas, Padang, 25163, Indonesia)



Article Info

Publish Date
26 Sep 2026

Abstract

Padi merupakan salah satu komoditas pangan utama yang memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan Indonesia. Namun, meningkatnya frekuensi kekeringan menjadi salah satu tantangan dalam budi daya padi karena menghambat pertumbuhan dan menurunkan produktivitas tanaman. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan toleransi tanaman padi terhadap kondisi kekeringan adalah melalui pengelolaan unsur hara, khususnya kalium (K). Pemberian pupuk yang mengandung kalium berperan dalam mengatur keseimbangan air, meningkatkan aktivitas fisiologis, serta membantu tanaman menghadapi kondisi cekaman lingkungan. Selain itu, kompos jerami padi sebagai sumber bahan organik dapat memperbaiki kualitas tanah melalui peningkatan kandungan unsur hara makro, seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), serta unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman. Kombinasi keduanya diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan hara serta mempertahankan produktivitas tanaman padi dalam kondisi keterbatasan air. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama adalah cekaman kekeringan berdasarkan frekuensi penyiraman yang diterapkan dalam penelitian pendahuluan, terdiri atas tiga taraf, yaitu (F1) penyiraman setiap 2 hari, (F2) penyiraman setiap 4 hari, dan (F3) penyiraman setiap 6 hari. Faktor kedua adalah kombinasi pupuk KCl dan jerami dengan lima taraf, yaitu (KJ1) 0 kg KCl dan 10 ton jerami/ha, (KJ2) 50 kg KCl dan 7,5 ton jerami/ha, (KJ3) 100 kg KCl dan 5 ton jerami/ha, (KJ4) 150 kg KCl dan 2,5 ton jerami/ha, serta (KJ5) 200 kg KCl dan 0 ton jerami/ha. Parameter pengamatan terdiri atas tinggi tanaman, hari berbunga, dan nisbah akar.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

agrium

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Agrium (Journal of Agricultural Research) ISSN 1829-9288 (Print) ISSN 2655-1837 (Online ) is a scientific publication media in are of agriculture that is published regularly every year, March and September. The manuscript comes from the results of basic and applied research, and the results ...