Padi merupakan salah satu komoditas pangan utama yang memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan Indonesia. Namun, meningkatnya frekuensi kekeringan menjadi salah satu tantangan dalam budi daya padi karena menghambat pertumbuhan dan menurunkan produktivitas tanaman. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan toleransi tanaman padi terhadap kondisi kekeringan adalah melalui pengelolaan unsur hara, khususnya kalium (K). Pemberian pupuk yang mengandung kalium berperan dalam mengatur keseimbangan air, meningkatkan aktivitas fisiologis, serta membantu tanaman menghadapi kondisi cekaman lingkungan. Selain itu, kompos jerami padi sebagai sumber bahan organik dapat memperbaiki kualitas tanah melalui peningkatan kandungan unsur hara makro, seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), serta unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman. Kombinasi keduanya diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan hara serta mempertahankan produktivitas tanaman padi dalam kondisi keterbatasan air. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama adalah cekaman kekeringan berdasarkan frekuensi penyiraman yang diterapkan dalam penelitian pendahuluan, terdiri atas tiga taraf, yaitu (F1) penyiraman setiap 2 hari, (F2) penyiraman setiap 4 hari, dan (F3) penyiraman setiap 6 hari. Faktor kedua adalah kombinasi pupuk KCl dan jerami dengan lima taraf, yaitu (KJ1) 0 kg KCl dan 10 ton jerami/ha, (KJ2) 50 kg KCl dan 7,5 ton jerami/ha, (KJ3) 100 kg KCl dan 5 ton jerami/ha, (KJ4) 150 kg KCl dan 2,5 ton jerami/ha, serta (KJ5) 200 kg KCl dan 0 ton jerami/ha. Parameter pengamatan terdiri atas tinggi tanaman, hari berbunga, dan nisbah akar.