Pengelolaan obat di instalasi farmasi rumah sakit berperanpenting dalam menjamin mutu pelayanan, efisiensianggaran, dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuanmenganalisis pengelolaan obat, faktor penyebab obatkadaluwarsa dan stok mati, serta efektivitas SOP di RSAU dr. Efram Harsana. Penelitian menggunakan metodedeskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif secararetrospektif berdasarkan data periode 2024–2025. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan telaahdokumen. Hasil penelitian menunjukkan penyimpanan obatmemenuhi 100% indikator kesesuaian serta menerapkanprinsip FIFO dan FEFO. Persentase obat kadaluwarsasebesar 0% telah memenuhi indikator ideal, sedangkan stokmati sebesar 0,33278% dengan kerugian Rp1.038.675 belummemenuhi indikator ideal. Faktor penyebab stok matimeliputi perencanaan kebutuhan, pengadaan, perubahan polaperesepan akibat rotasi dokter, sistem informasi, dan pengendalian persediaan. Disimpulkan bahwa pengelolaanobat telah efektif mencegah obat kadaluwarsa, tetapipengendalian stok mati perlu dioptimalkan melalui evaluasikebutuhan, koordinasi dengan tenaga medis, dan pemantauan persediaan secara berkala.
Copyrights © 2026