Indonesia merupakan daerah tropis, berbagai jenis ikan maupun udang bisa hidup dan berkembang dan kebanyakan bisa di budidayakan untuk kebutuhan manusia. Bahan maupun alat yang digunakan untuk bioflok relative tersedia di pasaran. Tujuan dari penelitian ingin mengetahui efektivitas pembesaran ikan nila dalam sistem bioflok pada kolam terpal. Metode Pengumpulan data dapat dilakukan dengan cara wawancara, kuesioner, observasi, dan gabungan ketiganya. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi atau pengamatan secara langsung, wawancara, studi literatur, dan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian identifikasi risiko yang telah dilakukan pada proses budidaya ikan nila sistem bioflok pada peneliti, teridentifikasi 35 Agen risiko dan 1 dampak risiko besar berupa kematian ikan yang menjadi fokus dalam peneitian ini. Terdapat 6 pada proses persiapan kolam bioflok, 6 pada proses pengaplikasian bioflok, 7 pada proses penebaran benih, 6 pada proses pemberian pakan, 10 pada proses pengelolaan kualitas air, Berdasarkan hasil uji validitas terdapat 33 butir agen risiko valid yang memiliki r hitung > r Tabel 0,576 dan 2 agen risiko tidak valid yaitu pada proses pengaplikasian bioflok butir pernyataan agen risiko 1 dengan r Hitung -0,552 (pada kuesioner tingkat frekuensi) dan r Hitung 0,146 (pada kuesioner besaran dampak). Pada proses penebaran benih butir pernyataan 3 dengan r Hitung -0,227 (pada kuesioner tingkat frekuensi) dan r Hitung 0,127 (pada kuesioner besaran dampak). hasil identifikasi tindakan mitigasi risiko melalui focus Group Discussion (FGD) bersama 3 orang narasumber. Diketahui bahwa terdapat 28 tindakan mitigasi risiko yang disepakati 3 narasumber untuk para pembudidaya ikan nila bioflok, Dari 13 agen risiko dominan berkategori ekstrim atau sangat tinggi dengan skor 15-20, telah ditentukan 9 prioritas tindakan mitigasi risiko yang mewakili seluruh tahapan proses budidaya ikan nila sistem bioflok.
Copyrights © 2026