Burn injuries impair skin function and increase the risk of infection. Matoa (Pometia pinnata) leaves contain flavonoids, tannins, and saponins with anti-inflammatory, antibacterial, and tissue-regenerating activities. This study evaluated the physical characteristics and wound-healing efficacy of an ethanol extract gel of P. pinnata leaves in a second-degree burn model in mice (Mus musculus). The leaves were extracted by maceration followed by remaceration using 70% ethanol. The extract was formulated into gels containing 5%, 7.5%, and 10% extract, while the gel base served as the negative control. All formulations met the requirements for topical gels, with pH values of 4.74–5.83, spreadability of 5.15–6.13 cm, adhesiveness of 4.63–5.93 s, and viscosity of 5,960–7,328 cPs. Statistical analysis showed significant differences in pH (p<0.001), spreadability (p<0.001), adhesiveness (p=0.014), and viscosity (p<0.001) among the formulations. After 14 days, wound healing reached 92% in F0, 96% in F1, and 100% in F2, F3, and the positive control. No significant difference in wound-healing efficacy was observed among the groups (p=0.213). The 10% gel exhibited the most favorable wound-healing activity ABSTRAK Luka bakar dapat menyebabkan gangguan fungsi kulit dan meningkatkan risiko infeksi. Daun matoa (Pometia pinnata) mengandung flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai antiinflamasi, antibakteri, dan mempercepat regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sifat fisik dan efektivitas gel ekstrak etanol daun matoa terhadap penyembuhan luka bakar derajat II pada mencit (Mus musculus). Ekstraksi daun matoa dilakukan dengan metode maserasi yang dilanjutkan remaserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak diformulasikan dalam gel berkonsentrasi F1 (5% b/b), F2 (7,5% b/b), serta F3 (10% b/b). sedangkan basis gel digunakan sebagai kontrol negatif. Hasil evaluasi fisik menunjukkan seluruh formula memenuhi persyaratan sediaan gel topikal dengan pH 4,74±0,05–5,83±0,10, daya sebar 5,15±0,13–6,13±0,08 cm, daya lekat 4,63±0,09–5,93±0,54 detik, dan viskositas 5.960±0,090–7.328±0,039 cPs. Analisis statistik menunjukkan nilai pH (p<0,001), daya sebar (p<0,001), daya lekat (p=0,014), dan viskositas (p<0,001) berbeda signifikan antarformula. Pengujian efektivitas selama 14 hari menunjukkan persentase kesembuhan luka sebesar 92% pada F0, 96% pada F1, dan 100% pada F2, F3, serta kontrol positif. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok (p=0,213). Formula gel ekstrak etanol daun matoa konsentrasi 10% menunjukkan efektivitas penyembuhan luka bakar paling optimal.
Copyrights © 2026