Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Project Based Learning (PjBL) yang diadaptasi secara individual dalam mendukung perkembangan kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas II sekolah dasar dengan kesulitan belajar spesifik. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tiga pertemuan. Subjek penelitian adalah satu siswa kelas II yang teridentifikasi mengalami kesulitan dalam membaca permulaan berdasarkan asesmen awal. Pembelajaran PjBL diadaptasi sesuai dengan kebutuhan individual siswa melalui proyek literasi konkret berupa “Kotak Kata Ajaib” pada Siklus I dan “Buku Cerita Mini Bergambar” pada Siklus II. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca permulaan, observasi keterlaksanaan pembelajaran, observasi aktivitas siswa dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan perkembangan kemampuan membaca dan proses pembelajaran pada setiap tahap. Hasil penelitian menunjukkan adanya perkembangan kemampuan membaca permulaan dari skor 40 pada kondisi awal menjadi 65 pada Siklus I dan 85 pada Siklus II, dengan nilai gain akhir sebesar 0,75 yang berada pada kategori tinggi. Keterlaksanaan pembelajaran mencapai 90%, sedangkan aktivitas siswa mencapai 93% pada akhir Siklus II. Perkembangan kemampuan membaca juga terlihat pada aspek huruf, suku kata, kata dan kalimat, meskipun kemampuan membaca kalimat masih memerlukan penguatan lebih lanjut. Penerapan PjBL yang disertai pendampingan individual, penguatan hubungan huruf dan bunyi, aktivitas multisensori, pengulangan bermakna, serta penyesuaian waktu dan tingkat kesulitan menunjukkan potensi untuk mendukung perkembangan kemampuan membaca permulaan dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, PjBL yang diadaptasi secara individual dapat menjadi alternatif pembelajaran yang konkret, kontekstual dan fleksibel bagi siswa dengan kesulitan belajar spesifik. Namun, karena penelitian melibatkan satu subjek tanpa kelompok pembanding, temuan bersifat kontekstual dan belum dapat digeneralisasikan pada populasi yang lebih luas.
Copyrights © 2026