Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata kemampuan berpikir sistematis sains antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan media Wordwall dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen (quasi experimental design) dan desain Nonequivalent Control Group Design. Penelitian dilaksanakan di SDN Sukasari 01 dengan sampel penelitian berjumlah 48 siswa, yang terdiri atas 24 siswa kelas IV A sebagai kelas eksperimen dan 24 siswa kelas IV B sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Instrumen tes berupa pretest dan posttest digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir sistematis sains siswa. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis (independent Sample t-Test), dan uji effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen (90,58) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (82,42). Hasil uji hipotesis posttest menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelas. Selain itu, hasil perhitungan effect size (Cohen’s d) sebesar 1,396 termasuk dalam kategori efek besar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan media Wordwall memberikan perbedaan rata-rata yang signifikan dan berpengaruh besar terhadap kemampuan berpikir sistematis sains siswa kelas IV sekolah dasar dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.
Copyrights © 2026