Latar belakang dari penelitian ini adalah rendahnya pemahaman konsep IPAS peserta didik kelas IV di SDN Cingcin 01. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Guided berbantuan PhET simulation terhadap kemampuan pemahaman konsep IPAS peserta didik pada materi “Energi dan perubahannya”. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian tipe Quasi experiment dan desain penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group. Subjek dari penelitian ini yakni peserta didik kelas IV di SDN Cingcin 01, sedangkan objeknya adalah kelas IV A dan IV B yang pemilihannya berdasarkan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data memakai data Pretest, Posttest dan lembar observasi. Berdasarkan hasil penelitian, menggunakan Uji Mann Whitney peneliti melihat adanya perbedaan kemampuan pemahaman konsep pada peserta didik. Hal ini diketahui dari nilai signifikansi (2-tailed) yang didapat yaitu 0,000 < 0,05 sehingga ditolak dan diterima. Artinya, terdapat perbedaan rata-rata kemampuan pemahaman konsep IPAS pada peserta didik yang menggunakan Model Pembelajaran Inquiry Guided berbantuan PhET simulation dengan peserta didik yang menggunakan Model Pembelajraan Langsung (Direct Instruction). Adapun kelas yang lebih baik adalah kelas eksperimen yang menggunakan Model Pembelajaran Inquiry Guided berbantuan PhET simulation dengan rata-rata Posttest 89,53 lebih besar dari rata rata Posttest kelas kontrol yang menggunakan Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) dengan nilai rata-rata 77,77. Berdasarkan, Hasil Uji Effect Size diperoleh nilai cohen’s d sebesar 0,994. Nilai tersebut termasuk dalam kategori besar sehingga penggunaan Model Pembelajaran Inquiry Guided berbantuan PhET simulation berpengaruh besar terhadap kemampuan pemahaman konseo IPAS peserta didik kelas IV sekolah dasar di SDN Cingcin 01
Copyrights © 2026