Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat akurasi tiga indikator analisis teknikal, yaitu Stochastic Oscillator, Exponential Moving Average (EMA), dan Relative Strength Index (RSI), dalam menghasilkan sinyal beli dan sinyal jual pada saham sektor Food & Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021-2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif komparatif dengan sampel 10 perusahaan yang dipilih melalui purposive sampling dari 28 perusahaan yang memenuhi kriteria. Data harga penutupan harian diolah untuk menghitung nilai setiap indikator dan mengidentifikasi sinyal beli/jual, yang kemudian diuji akurasinya (backtesting) terhadap pergerakan harga aktual pada holding period 5 hari perdagangan. Karena data return tidak berdistribusi normal, pengujian hipotesis dilakukan dengan uji Kruskal-Wallis dan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga indikator tidak menunjukkan perbedaan akurasi yang signifikan dalam menghasilkan sinyal beli (H1 ditolak) maupun secara gabungan (H3 ditolak), namun menunjukkan perbedaan signifikan pada sinyal jual (H2 diterima), dengan RSI mencatatkan winning rate tertinggi (58,93%), diikuti Stochastic Oscillator (52,41%) dan EMA (42,06%). Uji lanjutan Mann-Whitney U menunjukkan bahwa perbedaan akurasi sinyal jual tersebut terutama disebabkan oleh EMA dibandingkan kedua indikator lainnya. Secara keseluruhan, tidak ada satu indikator yang dapat direkomendasikan secara mutlak sebagai yang paling unggul untuk sektor Food & Beverage.
Copyrights © 2026