Stres merupakan salah satu permasalahan psikologis yang dapat dialami oleh terapis dalam menjalankan tugas profesionalnya. Terapis anak autism spectrum disorder (ASD) rentan mengalami stres kerja akibat kompleksitas perilaku anak, tuntutan pencapaian hasil terapi, ekspektasi orang tua, dan beban emosional berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas konseling individual Ifdil Perceptual Light Technique (IPLT) dalam mereduksi stres kerja terapis anak ASD di Edufa Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Single Subject Research desain A-B pada enam terapis yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria: aktif menangani anak ASD, bersedia mengikuti seluruh sesi, tidak sedang menjalani terapi psikologis lain, dan memperoleh skor DASS-21 kategori sedang hingga sangat berat. DASS-21 digunakan untuk mengukur tingkat stres dengan reliabilitas item sebesar 0,99 dan reliabilitas responden sebesar 0,89. Seluruh item memenuhi kriteria validitas berdasarkan nilai Outfit Mean Square (MNSQ) sebesar 0,5-1,5 dan Point Measure Correlation (PTMEA Corr.) ≥ 0,40. Data dikumpulkan menggunakan DASS-21 pada fase baseline dan intervensi, dianalisis secara visual dalam dan antarkondisi, dengan magnitude efek dihitung melalui Percentage of Non-overlapping Data (PND). Hasil menunjukkan seluruh subjek mengalami penurunan skor stres menuju kategori normal, dengan PND sebesar 100% (highly effective). Temuan ini mengindikasikan IPLT berpotensi menurunkan stres kerja terapis anak ASD, namun keterbatasan desain tanpa kelompok kontrol dan jumlah subjek (n=6) menuntut replikasi lebih lanjut sebelum generalisasi lebih luas dapat ditegakkan.
Copyrights © 2026