Kecanduan judi online merupakan permasalahan perilaku yang dapat mengganggu fungsi psikologis, sosial, dan akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mengkaji perubahan tingkat kecanduan judi online setelah konseling individual menggunakan Ifdil Perceptual Light Technique (IPLT), yaitu teknik yang memanfaatkan stimulus cahaya dan proses persepsi untuk membantu individu memproses pengalaman psikologis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Single Subject Research (SSR) A-B. Subjek berjumlah empat mahasiswa Universitas Negeri Padang yang dipilih secara purposive berdasarkan kriteria mahasiswa aktif, berusia 18-25 tahun, mengalami kecanduan judi online berdasarkan Online Gambling Symptom Assessment Scale (OGSAS), mengalami dampak psikologis, bermain 5-8 jam per hari, dan bersedia mengikuti konseling. Baseline diukur tiga kali (A1-A3), sedangkan fase intervensi empat kali (B1-B4). Intervensi diberikan dalam tiga pertemuan selama tiga minggu, satu kali per minggu, dengan durasi 2 × 45 menit setiap pertemuan. OGSAS terdiri atas 14 item dengan skor 0-56; validitas item 0,818-0,942 dan reliabilitas Cronbach’s Alpha 0,981. Pengukuran akhir dilakukan setelah intervensi. Hasil menunjukkan penurunan skor OGSAS yang konsisten pada seluruh subjek, dari 36-54 pada baseline menjadi 7-9 pada pengukuran akhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat overlap data antara kondisi baseline dan kondisi intervensi pada seluruh subjek, yang menunjukkan adanya perubahan yang konsisten setelah intervensi diberikan.
Copyrights © 2026