Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Connected Mathematics Project (CMP) terhadap kemampuan penalaran matematis siswa SMA, dengan mempertimbangkan tingkat self-efficacy sebagai variabel moderator. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu dengan desain posttest only control group dan treatment by level 2×2. Sampel terdiri dari dua kelas yang dipilih secara acak dari kelas X di SMA Negeri 14 Bekasi, yaitu kelas X.7 sebagai kelas eksperimen yang diterapkan model pembelajaran CMP dan kelas X.12 sebagai kelas kontrol yang diterapkan model pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan penalaran matematis dan angket self-efficacy yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis ANAVA dua arah menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, serta adanya interaksi signifikan antara model pembelajaran dan self-efficacy. Uji lanjutan dengan uji-t menunjukkan bahwa siswa dengan self-efficacy tinggi memperoleh hasil penalaran lebih tinggi secara signifikan saat belajar dengan model pembelajaran CMP dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Namun, pada kelompok siswa dengan self-efficacy rendah, tidak ditemukan perbedaan signifikan.
Copyrights © 2026