Pelaku UMKM di Desa Wanglu, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten sebagian besar masih menjalankan usahanya secara sederhana, mulai dari proses produksi yang mengandalkan peralatan seadanya hingga pemasaran yang bertumpu pada sistem mulut ke mulut. Sebagian pelaku usaha juga belum memiliki logo maupun banner sebagai identitas dan media promosi, sehingga produk yang sebenarnya berkualitas kurang dikenal secara luas. Kondisi inilah yang mendasari pelaksanaan program pengabdian masyarakat melalui KKN di desa tersebut. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap, diawali dengan observasi dan wawancara langsung kepada pelaku UMKM, dilanjutkan dengan sosialisasi bertema "Strategi UMKM Naik Kelas melalui Lean Management, Kaizen, dan Menu Engineering", pelatihan penguatan identitas usaha, serta pendampingan dan evaluasi. Selain penyampaian materi, mahasiswa juga membantu pembuatan logo dan banner bagi pelaku UMKM yang belum memilikinya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaku UMKM memperoleh pemahaman baru mengenai cara mengurangi pemborosan usaha, melakukan perbaikan secara bertahap, serta menyusun menu berdasarkan tingkat popularitas dan keuntungan produk. Logo dan banner yang dihasilkan turut meningkatkan visibilitas usaha, meskipun belum berdampak langsung pada peningkatan penjualan. Program ini menjadi langkah awal yang penting bagi pelaku UMKM Desa Wanglu untuk mengelola usaha secara lebih efektif dan membangun identitas yang lebih kuat di tengah persaingan pasar.
Copyrights © 2026