Gotong royong merupakan nilai kearifan lokal yang menjadi landasan kehidupan sosial masyarakat Indonesia, namun eksistensinya menghadapi tantangan di tengah gaya hidup masyarakat perkotaan yang semakin individualistis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bagaimana nilai kearifan lokal gotong royong terinternalisasi dalam rangkaian kegiatan lomba dan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Jln. G. Obos 16 RT 11 RW 06, Kota Palangka Raya, melihat sekaligus peran kegiatan tersebut sebagai sarana penguatan solidaritas dan kohesi sosial masyarakat di era modern. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif (pendekatan partisipatif), dimana siswa terlibat langsung dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan bersama pengurus RT dan warga setempat. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menguraikan hasil observasi terhadap bentuk partisipasi dan nilai gotong royong yang muncul selama kegiatan berlangsung pada tanggal 14–17 Agustus. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa gotong royong diwujudkan melalui keterlibatan warga dalam 11 jenis perlombaan bagi dewasa dan anak-anak, kepanitiaan bersama, serta pembuatan twibbon photobooth berbahan karton dan styrofoam sebagai simbol kebersamaan kolektif pada penutupan acara. Nilai-nilai gotong royong yang teridentifikasi meliputi kerja sama, kepedulian, partisipasi, tolong-menolong, dan kebersamaan, yang tercermin dari pembagian peran warga sesuai kemampuan tanpa berorientasi pada kepentingan pribadi. Direkomendasikan agar kegiatan serupa dilaksanakan secara berkelanjutan, pelibatan generasi muda lebih diintensifkan, pemanfaatan media digital seperti twibbon terus dikembangkan, serta pendekatan partisipatif dengan warga diperdalam sejak tahap perencanaan hingga kegiatan pengabdian berikutnya.
Copyrights © 2026