Penelitian ini menggunakan desain mixed-methods sekuensial eksplanatori untuk mengkajibagaimana pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal mendukung literasi ekologi dankesadaran multikultural siswa, serta bagaimana guru mengimplementasikan danmempertahankan desain pembelajaran tersebut. Survei dilakukan terhadap siswa (n = 217) danguru (n = 52 yang valid), diikuti dengan wawancara semi-terstruktur untuk menjelaskan polayang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap integrasi kearifanlokal, minat terhadap praktik budaya keberlanjutan, dan relevansi pembelajaran yangdipersepsikan berada dalam kategori Baik (M = 2,83; M = 2,92; M = 2,91). Namun, kemampuansiswa dalam menjelaskan hubungan mekanistik antara praktik budaya dan konsep ekologiberada dalam kategori Cukup (M = 2,61), dan tantangan yang dihadapi siswa terkait terminologiilmiah dan akses terbatas ke sumber belajar yang terintegrasi (M = 2,47). Implementasipembelajaran kontekstual oleh guru berada dalam kategori Sangat Baik (M = 3,66), sedangkanintegrasi kearifan lokal dan tantangan yang dihadapi guru berada dalam kategori Baik (M =3,34; M = 2,61), dengan fokus pada ketersediaan bahan ajar, pengembangan profesional, danketerbatasan waktu. Temuan wawancara mengonfirmasi bahwa konteks lokal meningkatkanmotivasi dan relevansi, namun siswa membutuhkan scaffolding bahasa-konsep untukmenjelaskan mekanisme secara lebih jelas, sementara guru membutuhkan materi yang terkurasidan waktu untuk perencanaan bersama.
Copyrights © 2026