Alih fungsi lahan di Kecamatan Sayung menyebabkan peningkatan banjir rob dan genanganyang berdampak pada kondisi fisik, sosial, dan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuanmenganalisis dampak alih fungsi lahan terhadap masyarakat di Kecamatan Sayung. Penelitianmenggunakan metode mixed methods melalui observasi, wawancara, data Badan PusatStatistik, serta analisis spasial menggunakan ArcGIS berbasis Esri Land Cover tahun 2017–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir rob semakin sering terjadi pada musim hujandengan ketinggian genangan mencapai 1 meter. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh buruknyadrainase dan berkurangnya daerah resapan akibat perubahan penggunaan lahan. Dampak fisikyang terjadi meliputi tergenangnya jalan, rumah warga, fasilitas pendidikan, dan puskesmassehingga aktivitas masyarakat terganggu. Dari aspek sosial, banjir menyebabkan terganggunyamobilitas, pendidikan, dan pekerjaan masyarakat, serta mendorong warga melakukan adaptasimandiri seperti meninggikan rumah dan jalan. Dari aspek ekonomi, pendapatan masyarakatrelatif tidak berubah karena mayoritas bekerja sebagai buruh pabrik, pedagang, petambak, danpengusaha. Namun, banjir meningkatkan beban ekonomi akibat biaya peninggian rumah danjalan, kerusakan bangunan, serta meningkatnya biaya transportasi saat banjir terjadi. Olehkarena itu, diperlukan penataan ruang serta upaya mitigasi dan adaptasi banjir yangberkelanjutan.
Copyrights © 2026