Provinsi Jawa Tengah menghadapi tantangan serius berupa alih fungsi lahan dan tekananpenduduk yang mengancam stabilitas ketahanan pangan daerah. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis perubahan daya dukung lahan (DDL) pertanian di kabupaten/kota Provinsi JawaTengah pada periode 2020 dan 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptifkuantitatif dengan menghitung rasio luas panen per kapita terhadap kebutuhan lahan untukswasembada pangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketimpangan spasial yangsignifikan pada tahun 2025 wilayah dengan daya dukung tertinggi didominasi oleh kabupatenyang berada di Kelas 2, dengan Kabupaten Sragen mencatatkan nilai tertinggi sebesar 2,13.Sebaliknya, wilayah perkotaan seperti Kota Surakarta mencatatkan nilai terendah yaitu (0,00)akibat konversi lahan sawah secara menyeluruh menjadi kawasan non-pertanian sesuai denganrencana tata ruang wilayah terbaru. Secara keseluruhan, meskipun sebagian besar wilayahmasih mampu berswasembada, kecenderungan penurunan nilai DDL di berbagai titikmenunjukkan perlunya kebijakan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B)yang lebih ketat untuk menjamin ketahanan pangan di masa depan.
Copyrights © 2026