Pendidikan lingkungan hidup di sekolah memiliki peran krusial dalam membentuk karakterpeduli lingkungan siswa sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil sikapsiswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Hidayatullah Semarang dalam upaya pelestarianlingkungan serta mengidentifikasi adanya kesenjangan antara pemahaman teoritis dengan aksinyata. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif terhadap35 siswa kelas 7E yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melaluikuesioner digital yang terdiri atas 15 butir instrumen, mencakup praktik daur ulang, transportasiramah lingkungan, konservasi energi, dan konsumsi berkelanjutan. Hasil analisis statistikdeskriptif menunjukkan bahwa tingkat kesadaran lingkungan siswa secara keseluruhan beradapada kategori "Baik" dengan rata-rata skor 48,83. Temuan saintifik mengungkapkan adanyafenomena Value-Action Gap (kesenjangan nilai dan tindakan), di mana dukungan terhadapteknologi hijau sangat tinggi, namun kesadaran cenderung menurun ketika dihadapkan padapengorbanan kenyamanan fisik pribadi, seperti pemilihan ventilasi alami dibandingkanpendingin ruangan. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa internalisasi nilai ekologistelah terbentuk kuat pada ranah kognitif dan afektif siswa, namun implementasinya masihbersifat kondisional. Diperlukan penguatan program habituasi atau pembiasaan aksi nyatadalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk menjembatani celah antarapengetahuan dan tindakan praktis siswa.
Copyrights © 2026