Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterampilan dasar laboratorium terhadapkemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam pembelajaran IPA, serta mengidentifikasikesenjangan antara pengetahuan teoretis dan praktik mandiri di laboratorium. Penelitianmenggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalahmahasiswa semester dua Program Studi Pendidikan IPA Universitas Negeri Semarang.Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terbuka dan wawancara dengan asistenlaboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pemahaman teoretisyang baik mengenai keterampilan laboratorium dan berpikir kritis, namun masih terdapatkesenjangan signifikan antara pengetahuan dan penerapan praktik mandiri. Aspek berpikirkritis yang paling berkembang adalah kesadaran keselamatan kerja dan kemampuanmenganalisis perbedaan data, sementara aspek keterbukaan terhadap ide alternatif sertakemampuan menyusun kesimpulan berbasis bukti empiris masih lemah. Penelitian inimenegaskan bahwa keterampilan dasar laboratorium berpengaruh terhadap kemampuanberpikir kritis mahasiswa, namun pengaruh tersebut tidak bersifat otomatis dan memerlukanlatihan mandiri serta umpan balik berkelanjutan. Dengan demikian, pembelajaran laboratoriumperlu dirancang secara lebih berorientasi pada pengembangan kemandirian dan refleksi kritis.
Copyrights © 2026