Degradasi lingkungan yang terus meningkat, mencakup polusi udara, air, dan tanah, telah menjadiancaman serius bagi kesehatan masyarakat global. Namun, respons kebijakan kesehatan publik masihdidominasi pendekatan kuratif, bukan pencegahan berbasis kesadaran ekologis. Artikel konseptual iniberargumen bahwa edukasi ekologi memiliki potensi besar untuk diposisikan sebagai intervensikesehatan publik yang sistemik dan berkelanjutan. Melalui sintesis literatur dari artikel terpilih,teridentifikasi empat pola konseptual kunci: keterkaitan polusi dengan penyakit, kesenjanganpengetahuan dan perilaku (knowledge–behavior gap), peran mediasi ecological self-efficacy, dankerentanan spesifik negara berkembang. Berdasarkan pola tersebut, artikel ini mengusulkan KerangkaIntervensi Ekologi-Kesehatan (Eco-Health Intervention Framework/EHIF) yang menghubungkanEdukasi Ekologi Berorientasi Kesehatan (EEBK) dengan luaran kesehatan masyarakat melalui jalurperubahan perilaku individual dan kolektif. Tiga proposisi konseptual dirumuskan sebagai fondasipenelitian empiris lanjutan. Kerangka ini diharapkan menjadi landasan bagi pengembangan kebijakanpendidikan dan kesehatan yang lebih terintegrasi, khususnya di negara-negara berkembang.
Copyrights © 2026