Pemanasan global menjadi salah satu isu lingkungan yang sangat penting dan perlu dimasukkandalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk menumbuhkan kesadaran lingkungandi kalangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap peduli lingkungan siswaberdasarkan pembelajaran pemanasan global di SMP Negeri 21 Semarang. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, yang dilaksanakan padatanggal 11 Maret 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui dua cara: wawancara semiterstruktur dengan seorang guru IPA dan observasi langsung terhadap kondisi fisik lingkungansekolah untuk mendokumentasikan situasi nyata di lapangan. Instrumen wawancara terdiri darienam indikator sikap peduli lingkungan, yakni partisipasi dalam konservasi lingkungan,pengurangan jejak karbon, penggunaan energi terbarukan, advokasi dan pendidikanlingkungan, partisipasi dalam kebijakan lingkungan, serta penelitian dan pemantauanlingkungan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, danpenarikan kesimpulan secara deskriptif kualitatif. Hasil wawancara menunjukkan bahwa sikappeduli lingkungan siswa dibentuk melalui tiga elemen utama yang saling mendukung, yaitupembelajaran berbasis lingkungan yang kontekstual, program sekolah yang terorganisir dibidang konservasi dan hemat energi, serta budaya sekolah yang secara konsistenmenginternalisasi nilai peduli lingkungan melalui kegiatan sehari-hari dan proyek terintegrasilintas mata pelajaran. Sementara itu, hasil observasi mengonfirmasi adanya infrastrukturpendukung, berupa tempat sampah terpilah, bank sampah, taman hayati, dan informasi visualedukatif, yang bersama-sama menciptakan ekosistem sekolah yang mendukung pembentukansikap peduli lingkungan siswa secara menyeluruh, mencakup aspek kognitif, afektif, danpsikomotorik.
Copyrights © 2026