Ketiadaan sarana pengelolaan sampah terstruktur serta keterbatasan materi pengayaan pendidikan karakter menjadi permasalahan kritis di Desa Cintamekar, Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Kelompok 16 Universitas Subang bertujuan untuk mengimplementasikan solusi berbasis teknologi tepat guna dan intervensi edukatif. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahap identifikasi masalah, perancangan, pelaksanaan intervensi, hingga uji coba dan evaluasi. Pada bidang lingkungan, dirancang satu unit alat pembakaran sampah terisolasi (incinerator sederhana) yang dipusatkan di Dusun I akibat keterbatasan lahan di dusun lainnya. Hasil uji coba menunjukkan incinerator mampu menampung kapasitas sekitar 3 kg sampah dengan durasi pembakaran 8 menit, serta diserahterimakan kepada Ketua RT setempat. Pada bidang pendidikan, intervensi dilakukan melalui metode belajar sambil bermain di PAUD, sosialisasi edukasi pencegahan bullying bagi siswa Sekolah Dasar, serta pelatihan seni gambar dan kaligrafi di Madrasah. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan sarana penanganan sampah lokal, penguatan karakter, serta pengasahan kreativitas peserta didik. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kesadaran sanitasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026