Sektor peternakan di Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, memiliki peran strategis sebagai penyedia protein hewani dan pilar ekonomi rumah tangga pedesaan melalui fungsi tabungan biologis. Penelitian ini diarahkan untuk menganalisis struktur populasi ternak sapi berdasarkan klasifikasi umur dan jenis kelamin guna mengevaluasi prospek keberlanjutan usaha di masa mendatang. Metodologi penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data inventarisasi ternak tahun 2024 dari 17 desa/kelurahan di wilayah Kecamatan Konda. Variabel yang dianalisis meliputi jumlah populasi, komposisi jenis kelamin, jumlah Rumah Tangga Peternak (RTP), dan rata-rata kepemilikan ternak. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa total populasi sapi di Kecamatan Konda mencapai 5.463 ekor. Struktur populasi didominasi oleh kelompok sapi dewasa sebanyak 3.647 ekor (66,75%), melampaui jumlah sapi anakan yang berjumlah 1.816 ekor (33,25%). Berdasarkan jenis kelamin, sapi betina dewasa merupakan kelompok paling dominan dengan proporsi 52,1% (2.845 ekor), sementara sapi jantan dewasa hanya mencapai 14,7%. Rasio jenis kelamin sapi dewasa tercatat sebesar 1:3,5, menunjukkan adanya ketimpangan yang disebabkan oleh pola ekonomi peternak yang cenderung menjual sapi jantan lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan finansial keluarga. Analisis distribusi wilayah menunjukkan Desa Lambusa sebagai kontributor populasi terbesar (13,5% atau 687 ekor), sedangkan Desa Puosu Jaya dan Amohalo memiliki populasi terendah. Rata-rata kepemilikan sapi per RTP berkisar antara 4 hingga 9 ekor, yang mengindikasikan dominasi sistem peternakan rakyat skala kecil. Meskipun demikian, proporsi kelompok umur muda sebesar 33,25% menunjukkan bahwa populasi sapi di wilayah ini memiliki ketahanan yang baik terhadap risiko depopulasi. Disimpulkan bahwa Kecamatan Konda memiliki potensi reproduksi yang stabil berkat basis indukan yang kuat. Namun, diperlukan optimalisasi manajemen pakan, layanan kesehatan hewan, serta penerapan teknologi reproduksi seperti inseminasi buatan untuk meningkatkan produktivitas dan menyeimbangkan distribusi populasi antar wilayah secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026