Latar belakang: Pernikahan dini (< 18 tahun) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berdampak serius pada kesehatan reproduksi, risiko maternal, stunting, dan putus sekolah. Edukasi kesehatan reproduksi remaja kerap dijadikan salah satu strategi preventif dalam upaya pencegahan resiko pernikahan dini.Tujuan: Menganalisis secara sistematis efektivitas program edukasi kesehatan reproduksi terhadap peningkatan pengetahuan dan pembentukan sikap preventif remaja dalam menolak pernikahan dini.Metode: Tinjauan sistematis disusun berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Penelusuran dilakukan pada database Scopus, ScienceDirect, PubMed, Google Scholar, Sinta, dan GARUDA (2016–2026). Tinjauan akhir difokuskan pada 12 studi primer eksperimental dan intervensi terukur.Hasil: Intervensi edukasi kesehatan reproduksi terbukti secara signifikan meningkatkan rerata skor pengetahuan kognitif dan membentuk sikap positif menolak pernikahan dini. Media digital interaktif dan gim edukatif (Kartu Kesiapan Menikah dan Articulate Storyline) menghasilkan tingkat pemahaman kognitif yang tinggi. Termasuk program posyandu remaja.Kesimpulan: Program edukasi kesehatan reproduksi sangat efektif dalam meningkatkan literasi, mengubah sikap, dan mencegah praktik pernikahan dini pada remaja.
Copyrights © 2026