Perbedaan stabilitas dan efektivitas sistem politik di kawasan Asia menunjukkan bahwa desain kelembagaan saja tidak cukup menjelaskan kinerja pemerintahan, sehingga diperlukan analisis komparatif yang lebih kontekstual. Penelitian ini bertujuan membandingkan sistem politik dan pemerintahan Indonesia dan Jepang, mengidentifikasi persamaan dan perbedaannya, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi dalam dimensi politik, ekonomi, budaya, dan sejarah, serta memberikan refleksi kritis terhadap Indonesia. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan analitis berdasarkan teori sistem politik oleh David Easton, yang yang mencakup input, proses, output, dan feedback. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia unggul dalam hal legitimasi demokrasi dan keterbukaan terhadap partisipasi politik melalui mekanisme pemilihan langsung, namun masih menghadapi masalah efektivitas kebijakan akibat fragmentasi sistem multipartai dan dinamika kompromi politik. Di sisi lain, Jepang secara politik lebih stabil dan konsisten dalam kebijakannya yang didukung oleh konsolidasi kelembagaan, dominasi partai, dan budaya politik yang berorientasi jangka panjang. Temuan ini menyoroti pentingnya kapasitas kelembagaan dan budaya politik dalam meningkatkan kualitas tata kelola di Indonesia.
Copyrights © 2026