Masa pascapersalinan melibatkan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang dapat memengaruhi stabilitas emosi ibu. Research gap penelitian ini menunjukkan bahwa kajian terdahulu mengenai kisah Maryam lebih banyak membahas depresi, baby blues, terapi, dan resiliensi, sedangkan ketenangan emosional ibu postpartum belum secara khusus dibandingkan dengan perspektif psikologi modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep ketenangan emosional dalam Surah Maryam ayat 23-26, menjelaskan konsep terkait dalam psikologi modern, dan membandingkan kedua perspektif. Penelitian menggunakan studi kepustakaan kualitatif dengan analisis isi dan komparatif terhadap ayat, tafsir, dan literatur psikologi. Hasil menunjukkan empat tema utama dalam kisah Maryam: pengakuan terhadap pengalaman emosional, dukungan spiritual dan pertolongan Allah, pemenuhan kebutuhan fisik-psikologis, serta pengaturan interaksi sosial secara kontekstual. Dalam psikologi modern, tema tersebut beririsan dengan regulasi emosi, strategi koping, dukungan sosial, kesejahteraan psikologis, spiritualitas, dan kebermaknaan hidup. Kedua perspektif memiliki titik temu fungsional, tetapi berbeda dalam landasan epistemologis. Temuan ini mendukung pemahaman multidimensional terhadap ketenangan emosional ibu pascapersalinan tanpa menyamakan perspektif Al-Qur’an dengan teori psikologi modern
Copyrights © 2026