Pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan penyediaan sarana fisik, tetapi juga mencakup penguatan identitas wilayah, keteraturan ruang, dan keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang tertata dan berkelanjutan. Salah satu persoalan yang ditemukan dalam kegiatan pengabdian adalah belum optimalnya ketersediaan penanda identitas wilayah berupa tugu desa yang dapat berfungsi sebagai informasi sekaligus elemen visual lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pembuatan dan pembangunan tugu desa sebagai media penguatan identitas wilayah serta mendukung lingkungan desa yang lebih tertata. Kegiatan dilaksanakan di Desa Keriung, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, melalui pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan pemerintah desa, perancangan, persiapan bahan, pembuatan, pemasangan, serta evaluasi. Sasaran kegiatan adalah pemerintah desa, pemuda, dan masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program menghasilkan luaran utama berupa dua unit tugu desa yang dipasang pada lokasi strategis dan dapat dimanfaatkan sebagai penanda wilayah. Keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan, pembuatan, dan pemasangan menunjukkan adanya partisipasi dalam pembangunan fasilitas lingkungan. Kegiatan ini memberikan manfaat berupa peningkatan keterlihatan identitas desa, keteraturan visual lingkungan, dan penguatan rasa memiliki masyarakat terhadap ruang bersama. Program ini menunjukkan bahwa kegiatan sederhana berbasis partisipasi dapat menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat dan pembangunan lingkungan desa yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026