Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Role of Islamic Financial Inclusion in Promoting Economic Growth: Empirical Evidence from Sumatera, Indonesia Marabona Munthe; Putri Jamilah; Fitri Fitri; Edi Haryono
International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : CV. RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijerlas.v6i2.5615

Abstract

This study aims to examine the relationship between Islamic financial inclusion and its dimensions on economic growth. To obtain multilateral results, we have prepared panel data for 10 provinces on the island of Sumatra and conducted not only static panel estimation (fixed effects, robust standard errors) but also dynamic panel estimation using the generalized system method of moments (GMM) approach that controls for endogeneity. Based on the estimation results, we found that Islamic financial inclusion significantly influences economic growth. Furthermore, the three dimensions of Islamic financial inclusion (Accessibility, Availability, and Usefulness) are important factors in economic growth. Therefore, to support financial inclusion in the future, investment policies in infrastructure and improvement of Islamic financial services are needed. The results of this study emphasize the importance of policies that support the growth and development of Islamic financial services, which have been shown to play a significant role in increasing economic growth through the development of an inclusive financial system. Based on the author's literature review and research gap analysis, no studies have used the Islamic financial inclusion index and tested it against economic growth. Similarly, the author found no studies that specifically explored the dimensions of Islamic financial inclusion (IFII). This study fills this research gap.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pembuatan Tugu Desa sebagai Upaya Penguatan Identitas Wilayah dan Kelestarian Lingkungan Marabona Munthe; Mido Hasmy Daulay; Muhammad Hanif Kurniawan; Dina Cahya Novita; Srina Aprilia BR. Sembiring; Naurah Zahrawain; Louis Rievo; Ihsan Pratama Sukma; Melvi Patrisia Alfarid; Sri Wahyuni; Diva Aulia Pratiwi; Fauziah Rahma Indah Sari; Fauzan Putra Perdana
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v5i1.250

Abstract

Pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan penyediaan sarana fisik, tetapi juga mencakup penguatan identitas wilayah, keteraturan ruang, dan keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang tertata dan berkelanjutan. Salah satu persoalan yang ditemukan dalam kegiatan pengabdian adalah belum optimalnya ketersediaan penanda identitas wilayah berupa tugu desa yang dapat berfungsi sebagai informasi sekaligus elemen visual lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pembuatan dan pembangunan tugu desa sebagai media penguatan identitas wilayah serta mendukung lingkungan desa yang lebih tertata. Kegiatan dilaksanakan di Desa Keriung, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, melalui pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan pemerintah desa, perancangan, persiapan bahan, pembuatan, pemasangan, serta evaluasi. Sasaran kegiatan adalah pemerintah desa, pemuda, dan masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program menghasilkan luaran utama berupa dua unit tugu desa yang dipasang pada lokasi strategis dan dapat dimanfaatkan sebagai penanda wilayah. Keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan, pembuatan, dan pemasangan menunjukkan adanya partisipasi dalam pembangunan fasilitas lingkungan. Kegiatan ini memberikan manfaat berupa peningkatan keterlihatan identitas desa, keteraturan visual lingkungan, dan penguatan rasa memiliki masyarakat terhadap ruang bersama. Program ini menunjukkan bahwa kegiatan sederhana berbasis partisipasi dapat menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat dan pembangunan lingkungan desa yang berkelanjutan.