Penelitian ini bertujuan menginterpretasikan pengalaman pengurus Yayasan Pendidikan Lontara Hijau dalam mengintegrasikan nilai lingkungan dan keuangan pada praktik alokasi anggaran organisasi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian yang menjelaskan praktik penganggaran organisasi lingkungan berdasarkan pengalaman para pengambil keputusan, sementara penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada aspek tata kelola dan akuntabilitas organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) yang dikembangkan oleh Jonathan A. Smith. Penelitian dilakukan di Yayasan Pendidikan Lontara Hijau dengan melibatkan empat pengurus inti yang dipilih melalui teknik homogeneous purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis mengikuti tahapan IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman berorganisasi membentuk kesadaran ekologis sebagai landasan dalam memaknai hubungan manusia, organisasi, dan lingkungan. Kesadaran tersebut mendorong pemaknaan dana sebagai amanah, kepercayaan, dan tanggung jawab moral sehingga alokasi anggaran tidak hanya didasarkan pada pertimbangan finansial, tetapi juga manfaat sosial, keberlanjutan lingkungan, dan keselarasan dengan misi organisasi. Penelitian ini menghasilkan model konseptual yang menjelaskan bahwa pengalaman berorganisasi membentuk kesadaran ekologis, kesadaran ekologis dapat membentuk pemaknaan dana sebagai relasi etis, dan pemaknaan tersebut diwujudkan dalam praktik alokasi anggaran berbasis nilai yang mendukung keberlanjutan organisasi. Temuan ini memperkaya kajian tentang manajemen keuangan mengenai pengelolaan keuangan pada organisasi nirlaba yang berbasis lingkungan melalui perspektif fenomenologi interpretatif.
Copyrights © 2026