Beban kerja perawat yang tinggi dapat memengaruhi kualitas pelayanan dan keselamatan pasien. Peningkatan jumlah pasien yang ditangani perawat berisiko meningkatkan stres kerja dan menurunkan efektivitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan tenaga perawat menggunakan metode Workload Indicator Staff Need (WISN) di Instalasi Rawat Inap RSUD Porsea. Penelitian menggunakan desain observasional kualitatif dengan analisis data kuantitatif. Pengamatan dilakukan berdasarkan tingkat ketergantungan pasien dan waktu produktif tenaga keperawatan, kemudian digunakan untuk menghitung kebutuhan tenaga perawat dengan metode Douglass dan WISN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja perawat berada pada kategori sedang sebesar 76,9%, dengan jumlah 21 perawat pelaksana. Waktu kerja tersedia sebesar 118.931,4 menit per tahun. Kegiatan keperawatan terdiri atas kegiatan langsung, tidak langsung, pribadi, dan nonproduktif. Standar beban kerja dan standar kelonggaran sebesar 0,183 juga telah diperoleh. Rumah sakit disarankan menyesuaikan tugas perawat dengan SOP serta mengurangi kegiatan nonkeperawatan.
Copyrights © 2026