Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Faktor Personal dan Manejemen K3 dengan Unsafe Action pada Karyawan Pabrik Kelapa Sawit Liharnita Saragih
Jurnal Pustaka Medika (Pusat Akses Kajian Medis dan Kesehatan Masyarakat) Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pustaka Medika (Pusat Akses Kajian Medis dan Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamedika.v5i1.1664

Abstract

Dalam proses menjalankan sebuah bisnis kerja yang aman, maka penerapan K3 harus dilaksanakan secara konsisten. Kecelakaan kerja yaitu kecelakaan yang terjadi di tempat kerja terkhusus di lingkungan kerja. Kecelakaan kerja secara umum dibagi menjadi 2 bagian diantaranya tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan tidak aman berpengaruh secara signifikan terhadap timbulnya kecelakaan kerja. Unsafe action adalah kegagalan dalam mengikuti persyaratan dan prosedur-prosedur kerja yang benar sehingga meyebabkan terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik yang menggunakan desain penelitian cross sectional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan faktor personal dan manajemen K3 dengan unsafe action pada karyawan di PKS PT. Cinta Raja Silinda Tahun 2022. Penentuan jumlah sampel menggunakan metode tehnik perposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 44 pekerja. Pengumpulan sampel ini dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Variabel bebas pada penelitian ini adalah faktor personal dan manajemen K3 sedangkan variabel terikatnya adalah unsafe action. Penilaian unsafe action termasuk kategori tidak aman (68,2%). Uji statistik menggunakan uji chi square dengan ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor personal memiliki hubungan signifikan dengan unsafe action yaitu pengetahuan K3 dengan nilai p value = 0,002: dan beban kerja dengan nilai p value = 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan K3 dan beban kerja dengan unsafe action. Saran yang dapat diberikan adalah setiap karyawan di PKS PT. Cinta Raja Silinda lebih mengutamakan keselamatan dan kesehatan saat bekerja demi meminimalisir unsafe action
Pengembangan Kepemimpinan Visioner Dalam Pelayanan Publik: Inisiatif Pengabdian Masyarakat Di Uptd Perlindungan Perempuan Dan Anak (Uptd Ppa) Gita Nainggolan; Herman Herman; Liharnita Saragih
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 3 No. 4 (2025): Volume 3 Nomor 4 Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v3i4.1666

Abstract

Kepemimpinan visioner merupakan pendekatan kepemimpinan yang menekankan kemampuan pemimpin dalam merumuskan, mengomunikasikan, dan mewujudkan visi jangka panjang yang berorientasi pada perubahan berkelanjutan. Dalam konteks UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), kepemimpinan visioner menjadi krusial mengingat kompleksitas kasus kekerasan berbasis gender dan perlindungan anak yang menuntut pelayanan responsif, empatik, dan kolaboratif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas kepemimpinan visioner melalui kegiatan sosialisasi yang melibatkan staf UPTD PPA, penyintas, serta orang tua penyintas. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif partisipatif yang terdiri atas tiga fase, yaitu fase awal (persiapan), fase implementasi, dan fase evaluasi. Teknik kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi partisipatif, dan berbagi pengalaman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya visi jangka panjang, empati dalam pelayanan, serta kolaborasi lintas pihak. Kegiatan ini juga mengungkap tantangan berupa keterbatasan sumber daya, beban kerja emosional, dan stigma masyarakat, yang direspons melalui strategi penguatan kapasitas SDM, pendekatan trauma-informed, dan penguatan jejaring layanan. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa kepemimpinan visioner berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan keberlanjutan perlindungan perempuan dan anak. Kata Kunci: Kepemimpinan Visioner; UPTD PPA; Pengabdian Masyarakat; Pelayanan Publik; Perlindungan Perempuan dan Anak
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Tenaga Kesehatan di UPT Puskesmas Singosari Liharnita Saragih; Sutan Mangoloi; Nurmasdalifah Nurmasdalifah; Peterson Yosua; Noni Herawati
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1655

Abstract

Sumber daya manusia (SDM) merupakan aset utama yang menentukan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan serta meningkatkan kualitas pelayanan. Dalam sektor kesehatan, sumber daya manusia kesehatan (SDMK) yang kompeten dan berkinerja tinggi menjadi faktor penting dalam mendukung mutu pelayanan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja pegawai di UPT Puskesmas Singosari Kota Pematangsiantar Tahun 2025. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei–Juni 2025 di UPT Puskesmas Singosari, Kecamatan Siantar Barat. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai UPT Puskesmas Singosari sebanyak 35 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah disusun berdasarkan indikator kinerja pegawai, meliputi kualitas kerja, kuantitas kerja, ketepatan waktu, efektivitas, kemandirian, dan beban kerja. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan bivariat menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 31–40 tahun (51,1%), berjenis kelamin perempuan (93,6%), dan berpendidikan Diploma III (56,4%). Secara umum, kinerja pegawai berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata Total Capaian Responden (TCR) sebesar 79%. Kualitas kerja memperoleh nilai TCR sebesar 81%, kuantitas kerja 78%, ketepatan waktu 78%, efektivitas 78%, dan kemandirian 76%, sedangkan beban kerja berada pada kategori sedang dengan nilai TCR sebesar 72%. Penelitian menyimpulkan bahwa kualitas kerja, efektivitas, kuantitas kerja, ketepatan waktu, dan kemandirian berkontribusi positif terhadap kinerja pegawai. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan beban kerja yang proporsional serta upaya peningkatan kompetensi dan efektivitas kerja guna meningkatkan produktivitas pegawai dan mutu pelayanan kesehatan di UPT Puskesmas Singosari.