Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC) dan ekstrak lidah buaya terhadap karakteristik dan sifat organoleptik sabun kertas berbasis Virgin Coconut Oil (VCO). Sabun kertas dikembangkan sebagai produk sabun yang praktis dan mudah digunakan dengan memanfaatkan bahan alami. Penelitian dilakukan dengan menggunakan VCO, NaOH, propilen glikol, aquades, dan etanol 96% sebagai bahan dasar, dengan variasi konsentrasi HPMC dan ekstrak lidah buaya. Konsentrasi HPMC yang digunakan yaitu 0,4; 0,6; 0,8; 1,0; dan 1,2 g, sedangkan ekstrak lidah buaya digunakan pada konsentrasi 0; 1; 2; 3; dan 4 g, sehingga diperoleh 25 formulasi. Pengujian terhadap produk meliputi uji organoleptik yang meliputi warna, aroma, tekstur, dan tingkat pembusaan, serta pengujian karakteristik fisikokimia berupa pH, kelarutan dalam aquades, dan alkali bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi HPMC memberikan perubahan terutama terhadap tekstur sabun kertas. Pada konsentrasi HPMC yang lebih rendah (0,4–0,6 g), sebagian besar formulasi memiliki tekstur yang tergolong bagus, sedangkan peningkatan konsentrasi HPMC menjadi 0,8–1,2 g cenderung menghasilkan tekstur yang lebih kaku. Penambahan ekstrak lidah buaya memberikan perubahan pada aroma dan warna produk. Nilai pH sabun kertas berada pada rentang 8,0–8,7. Waktu kelarutan seluruh sampel berada pada rentang 2 menit 16 detik hingga 3 menit 07 detik. Volume HCl 0,1 N yang digunakan dalam titrasi alkali bebas berada pada kisaran 0,3–0,6 mL, yang masih berada di bawah batas maksimal SNI. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pengaruh variasi HPMC dan ekstrak lidah buaya terhadap karakteristik sabun kertas serta menjadi dasar dalam pengembangan sabun kertas berbasis bahan alami.
Copyrights © 2026