Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

IMPLEMENTASI ALGORITMA DIJKSTRA SEBAGAI SOLUSI EFEKTIF PEMBUATAN SISTEM BANTUAN BENCANA REAL TIME Nandiroh, Siti; Haryanto, Haryanto; Munawir, Hafidh
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 12, No. 2, Desember 2013
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jiti.v12i2.648

Abstract

Research on communications technologies that support by Dijkstra algorithm, as a determinant of the distribution are more effective for the volunteer. The system also equipped by the data inventory and needs of each refugee, so there is no buildup and lack support in their respective refugee camps, as well as appropriate aid, according to the type of the needs of victims. This study is a system which has the purpose of making supplies, disaster relief distribution channel based on the criteria of value chain, and the level of priority areas or disaster, and disaster guide information is up to date. Information systems that are formed based on the Djikstra algorithm, while the technology which is the basis of the system is mobile. The final results will be verified by BNPB and MDMC as well as local government and police disaster area. So the information system that will form the basis for appropriate and relevant to distributed.
PENGARUH WAKTU MASERASI DAN JENIS BAHAN ZAT WARNA TERHADAP PEWARNAAN KAIN Naimatur Rizqiani; Haryanto A.R
Journal of Social Research Vol. 1 No. 3 (2022): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.204 KB) | DOI: 10.55324/josr.v1i3.56

Abstract

Bahan pewarna tekstil alami daun alpukat, daun ketapang, daun sirsak, dan sabut kelapa. Penggunaan bahan alami bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat pewarnaan tekstil. Metode yang digunakan untuk mendapatkan zat pewarna adalah maserasi, maserasi merupakan metode yang sangat sederhana dengan variasi waktu maserasi 2,4, 6, 8, 10 hari. Acuan yang digunakan dalam pewarnaan ini adalah banyaknya kadar tanin yang terkandung dalam bahan tersebut. Penelitian ini menggunakan daun sirsak segar, daun ketapang kering, daun ketapang segar, daun sirsak segar, dan sabut kelapa segar. Uji kadar tanin dilakukan menggunakan Spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang 400-800 nm.
Pengaruh Waktu Maserasi dan Jenis Bahan Zat Warna Terhadap Pewarnaan Kain Naimatur Rizqiani; Haryanto A.R
Journal of Social Research Vol. 1 No. 6 (2022): Journal Of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.559 KB) | DOI: 10.55324/josr.v1i6.119

Abstract

Latar Belakang : Bahan pewarna tekstil alami daun alpukat, daun ketapang, daun sirsak, dan sabut kelapa. Tujuan : Penggunaan bahan alami bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat pewarnaan tekstil Metode : Metode yang digunakan untuk mendapatkan zat pewarna adalah maserasi, maserasi merupakan metode yang sangat sederhana dengan variasi waktu maserasi 2,4, 6, 8, 10 hari. Hasil : Acuan yang digunakan dalam pewarnaan ini adalah banyaknya kadar tanin yang terkandung dalam bahan tersebut. Penelitian ini menggunakan daun sirsak segar, daun ketapang kering, daun ketapang segar, daun sirsak segar, dan sabut kelapa segar. Kesimpulan : Uji kadar tanin dilakukan menggunakan Spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang 400-800 nm.
PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN POTASSIUM HIDROKSIDA DAN WAKTU HIDROLISIS TERHADAP PEMBUATAN ASAM OKSALAT DARI TANDAN PISANG KEPOK KUNING Aris Kurniawan; Haryanto Haryanto
Jurnal Teknologi Bahan Alam Volume 1 Nomor 1 April 2017
Publisher : Prodi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah tandan pisang banyak mengandung selulosa sebagai bahan baku dalam pembuatan asam oksalat. Pembuatan asam oksalat dari tandan pisang dilakukan melalui 4 tahapan yakni: hidrolisis, pengendapan, pengasaman, dan pengkristalan. Kandungan selulosa di dalam tandan pisang kepok kuning sekitar 35% dikonversi menjadi asam oksalat dengan hidrolisis alkali menggunakan KOH. Dalam proses hidrolisis ini menggunakan variasi konsentrasi KOH  5, 10, 15, 30, dan 40% dan waktu hidrolisis 60 menit, 75 menit, dan 90 menit. Dari  penelitian yang telah dilakukan diperoleh kadar maksimal asam oksalat dalam larutan hasil hidrolisis 45,04% dan rendemen 9,92% pada konsentrasi KOH 15% dan waktu hidrolisis 60 menit
Pengaruh Perbandingan Massa Eceng Gondok (Eichornia Crassipes) dan Tanah Gambut dengan Bahan Perekat (Tepung Tapioka)Terhadap Kualitas Briket Mubarokah Ngadiyah S; Haryanto Haryanto
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Teknik dan Rekayasa
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.765 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas briket yaitukadar air dan nilai kalor. Pembuatan briket dengan menggunakanperbandingan eceng gondok dan tanah gambut yang digunakan (2 :18); (3 : 17); (4 : 16); (6 : 14); (7 : 13) gram dengan variasi massabahan perekat (tepung tapioka) yaitu 5g, 6g, 7g, 8g, 9g. Tahapanproses pembuatan briket meliputi persiapan bahan baku,karbonisasi, pencampuran, pembuatan perekat, pembriketan,pengeringan dan uji kualitas briket.Dari penelitian ini menunjukkan bahwa briket dapat dibuat darilimbah biomassa dari eceng gondok dan tanah gambut. Briket hasil penelitian mempunyai kadar air dan nilai kalor briket masing-masing kurang dari 8,00% dan lebih dari 5.000 kal/g briket, sehingga memenuhi syarat yang ditetapkan pada Standar NasionalIndonesia SNI nomor 01-6235-2000 (Badan Standar Nasional,2010). Briket dengan kadar air paling rendah (3,77%) diperolehpada perbandingan eceng gondok, tanah gambut dan tepung tapioka6 : 14 : 5 (gram). Sedangkan briket dengan nilai kalor tertinggi(8.588,91 kal/g briket) diperoleh pada perbandingan eceng gondok,tanah gambut dan tepung tapioka 2 : 18 : 6 (gram).
Pengaruh Waktu Kontak dan Bobot Biomassa Kangkung Air (Ipomoea aquatica) Terhadap Penurunan Kadar Total Suspended Solid (TSS) Air Limbah Rumah Sakit dengan Metode Fitoremediasi Florensi Alya; Haryanto
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 4 No. 2 (2022): JPPL, September 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/jppl.v4i2.1469

Abstract

Hospital waste water is one of the causes of environmental pollution. Where river pollution is one of the effects (Sari et al., 2020). The high content of Total Suspended Solid (TSS) is the one of the parameters of river pollution. High TSS content in rivers has the potential to cause siltation (Ruhmawati et al., 2017). So that the management of hospital waste water is very important (Sari et al., 2020). One of the economical waste treatment methods is the phytoremediation (Novita et al., 2019). The research was conducted by mixing wastewater with acclimatized water (1:1), then 4 liters were taken and put into a container containing water spinach with a weight of (50, 100, 150, 200, 250) grams. Tests were carried out with variations in contact time (1, 2, 3, 4, 5) days. Samples were taken as much as 500 ml and then tested for its TSS content. It was concluded that contact time had an effect on decreasing TSS levels, while for biomass weight it had no effect. In addition, it was found that the effectiveness of water spinach in reducing the highest TSS level was 85% with a TSS level of 3 mg/L which occurred on a weight variation of 250 grams on the second day and at a weight of 100 and 200 grams on the third day, which means that water spinach was quite effective in reducing TSS levels in hospital wastewater.
PENGARUH KONSENTRASI OZON DAN WAKTU PAPARAN SINAR UV TERHADAP PENURUNAN KADAR COD AIR LIMBAH RS PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA Siti Aisyiyah; Haryanto Haryanto
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 4 (2022): JULI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkm.v10i4.34483

Abstract

One of the biggest contributors to liquid waste comes from hospital waste. Indonesia is estimated to produce hospital solid waste of 376,089 tons/day and 48,985.70 tons/day liquid waste production. Hospital liquid waste is one of the causes of environmental pollution. One of the parameters in wastewater is COD (chemical oxygen demand). The purpose of this study was to determine the effect of ozone concentration and exposure time to UV rays on the reduction of cod levels in wastewater. The high value of chemical oxygen demand (COD) should be treated chemically. One of them is by way of oxidation. One of the relatively new treatment systems developed in recent years is a sewage treatment system utilizing ozone gas (O3) and UV light. The research was conducted by injecting ozone and UV light into 1 liter of wastewater. Variations in the length of time exposure to UV rays in this test (2; 5; 10 15; 20) minutes and variations in ozone concentration in this test (0; 6; 1200; 1800; 2800) mg/liter. In addition, the highest COD level effectiveness was 51,11% with a COD level of 45,52 mg/L. Based on these results, this method is quite effective in reducing COD levels in PKU Muhammadiyah Surakarta Hospital.
The Study of Airborne Germ Numbers in Delivery Room Dewi Andika; Haryanto Haryanto
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 8, No 2 (2022): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v8i2.13375

Abstract

Hospital facilities, such as delivery rooms, can potentially cause nosocomial infections caused by germs, one of which is through the spread of germs in the air. Various factors, such as temperature, humidity, lighting, and occupancy density, can affect the presence of airborne germs. This study aimed to determine the quality of airborne germ numbers in the delivery room and the effect of occupancy density and physical environment on airborne germ numbers. The method used is the univariate analysis and Spearman’s Rank test. This type of research includes descriptive research with laboratory tests, using data from examining air germ numbers. The tools used are MAS 100 NT and ThermoHygrometer. The average result of the number of airborne germs was 202.08 CFU/m3. Temperature and humidity obtained an average of 23.53°C and 65.68%. The analysis results of occupancy density and airborne germs are p=0.742; rho = 0.071, room temperature and air germs, namely p = 0.806; rho=-0.053, room humidity and air germs, namely p=0.284; rho=-0.228. The factors in this study showed an insignificant relationship to airborne germs (p value> 0.05).
PENGARUH VARIASI VOLUME PEWARNA DAN MASSA GUM ARAB PADA KECEPATAN PENGERINGAN DAN VISKOSITAS TINTA DARI KULIT BUAH NAGA Imani Lazuardi; Haryanto
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 12 No. 1 (2020): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v12i1.26

Abstract

Indonesia adalah negara tropis yang ditumbuhi tanaman buah naga. Kulit buah naga memiliki zat antosianin yang tinggi. Zat antosianin dapat digunakan dalam pembuatan tinta dan bertindak sebagai pigmen dalam tinta, sehingga dibutuhkan penelitian pembuatan tinta dari kulit buah naga. Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Surakarta, dengan rentang waktu ± 3 bulan. Penilitian yang dilakukan adalah memanfaatkan zat antosianin dalam kulit buah naga sebagai pigmen tinta dengan membuat variasi volume pewarna dari kulit buah naga sebanyak 9 ml, 12 ml, 15 ml, 18 ml, dan 21 ml dengan massa gum arab dengan rasio 1:3, 1:4, 1:5, 1:6, dan 1:7. Variasi ini bertujuan untuk menentukan efek pada laju pengeringan dan viskositas tinta dan volume optimal pewarna dan massa gum arab yang akan digunakan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode ekstraksi ultrasonik untuk mendapatkan pewarna. Bahan pendukung dalam penelitian ini adalah alkohol, air, dan resin (gum arab).
PENGARUH KUAT ARUS DAN LUAS PENAMPANG ELEKTRODA TERHADAP PENURUNAN KADAR COD DAN TSS PADA LIMBAH CAIR BATIK MENGGUNAKAN METODE ELEKTROKOAGULASI Ratna Kartika Dewayani; Haryanto
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2021): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v13i2.161

Abstract

Seiring dengan berkembangnya industri batik di Indonesia, jumlah pengrajin batik pun semakin bertambah. Namun, masih banyak industri batik yang membuang limbahnya langsung ke sungai tanpa diolah terlebih dahulu. Limbah cair batik mengandung bahan organik seperti COD, BOD, TSS dan logam berat yang berbahaya jika dibuang langsung ke lingkungan. Metode yang digunakan untuk mengatasi pencemaran COD dan TSS pada limbah batik adalah metode elektrokoagulasi. Variasi yang digunakan adalah kuat arus listrik (1A , 3A, 5A, 7A, 10A) dan luas penampang elektroda (3x10 cm ; 4x10 cm ; 5x10 cm; 6x10 cm; 7x10 cm). Hasil dari penelitian ini diperoleh penurunan kadar COD tertinggi terdapat pada variabel kuat arus 10 Ampere dengan ukuran lempeng 7x10 cm dengan nilai COD sebesar 264,83 Mg/L atau sebesar 62,12%. Sedangkan untuk TSS diperoleh hasil penurunan kadar TSS paling optimum adalah pada variabel kuat arus 7 Ampere dengan ukuran lempeng 7x10 cm yaitu sebesar 500 mg/L atau sebesar 86,21%.