Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat melalui penyediaan makanan yang berkualitas dan tepat waktu. Pelaksanaan program dengan skala produksi besar membutuhkan sistem operasional yang efektif untuk menjaga kelancaran proses produksi. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat potensi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah (non-value added activity) sehingga dapat menimbulkan pemborosan (waste) pada aliran proses. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemborosan pada proses produksi makanan bergizi gratis dengan pendekatan Lean Manufacturing menggunakan metode Value Stream Mapping (VSM) dan Waste Assessment Model (WAM) pada Dapur SPPG Panancangan Kota Serang. Metode penelitian dilakukan melalui observasi langsung, pengumpulan data waktu proses, pemetaan aliran produksi, identifikasi aktivitas bernilai tambah (Value Added Activity) dan tidak bernilai tambah (Non Value Added Activity), serta analisis jenis pemborosan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan kondisi aktual aliran proses produksi berdasarkan VSM serta mengidentifikasi jenis pemborosan dominan melalui analisis WAM. Integrasi VSM dan WAM memberikan gambaran mengenai hubungan antara aktivitas produksi dan sumber pemborosan sehingga dapat menjadi dasar evaluasi untuk meningkatkan efektivitas proses produksi makanan bergizi gratis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi Dapur SPPG Panancangan Kota Serang dalam meningkatkan efisiensi operasional.
Copyrights © 2026