Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Digitalisasi Pemeliharaan Tanaman Dengan Teknologi Penyiraman Otomatisasi Berbasis Timer Lifia Citra Ramadhanti; Rakay Edhiargo Toyosito; Dyah Ajeng Kartika; Musa Musa; Janu Fiyatno; Siti Rahmadhani
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Maret 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i2.1073

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pemeliharaan tanaman di Desa Neglasaimelalui penerapan teknologi otomatis berbasis time. Permasalahn utama yang di hadapi masyarakat adalah penyiraman tanaman yang masih manual sehingga kurang teratur dan tidak efisien. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), dengan melibatkan masyarakat sebagai subjek dan mitra kegiatan. Prosedur yang dilakukan meliputi survey, wawancara warga, perijinan, perancangan dan pemasangan penyiraman sistem penyiraman otomatis serta penyuluhan dan evaluasi. Subjek kegiatan warga yang mengelola tanaman pekarangan dan kebin lingkungan. Analisis dilakukan secara deskritif dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah penerapan tenologi. Hasil kegiatan menunjukkan keteraturan penyiraman, penghematan waktu perawatan tanaman, serta peningkatan pemahaman warga terkait teknologi tepat guna. Kesimpulannya, digitalisasi pemeliharaan tanaman berbasis timer terbukti efektif dalam mendukung dalam praktik urban farming yang berkelanjutan.
Integrasi RCM Dan TPM Untuk Meningkatkan Keandalan Mesin Homogenizer Muhammad Ikhsanudin Basri; Rakay Edhiargo Toyosito; Lifia Citra Ramadhanti
UNISTEK Vol. 13 No. 1 (2026): Februari - Juli 2026
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH YUSUF TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/unistek.v13i1.8934

Abstract

The homogenizer is one of the critical machines in the NonDairy Creamer production process due to its role in producing stable and uniform emulsions. Frequent failures in the homogenizer can increase downtime and reduce production effectiveness. This study aimed to identify critical components causing downtime, determine appropriate maintenance strategies using the Reliability Centered Maintenance (RCM) approach, and evaluate the impact of Total Productive Maintenance (TPM) implementation on homogenizer reliability at PT CRM. The research methods included downtime analysis, calculation of Mean Time To Failure (MTTF) and Mean Time To Repair (MTTR), Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Logic Tree Analysis (LTA), and the development of maintenance strategies based on RCM integrated with TPM. The results showed that the homogenizer contributed 2,007 minutes or 69% of total production downtime. The most critical component was the plunger gasket with a Risk Priority Number (RPN) of 504. The implementation of the proposed maintenance strategy reduced downtime by 69%, decreased failure frequency by 67%, increased MTTF from 4,623.75 minutes to 13,871.25 minutes, and reduced MTTR from 83.63 minutes to 76.25 minutes. These findings indicate that the integration of RCM and TPM effectively improves homogenizer reliability and supports sustainable production performance.
Peningkatan Efektivitas Mesin Tetrapak Dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE), Six Big Losses, Dan Total Productive Maintenance Di PT DCS Rachmat Gunawan; Sita Kurniaty Ratoko; Angga Widyas Swara; Lifia Citra Ramadhanti; Rakay Ediargo Toyosito
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.804

Abstract

Penelitian ini dilakukan di PT DCS pada mesin A3Flex dan TBA200, yang mengalami penurunan efektivitas produksi akibat meningkatnya downtime, frequensy, dan waste. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel utama yang berkontribusi terhadap six big losses, memberikan gagasan untuk peningkatan dengan menggunakan metodologi TPM, serta mengevaluasi perubahan efisiensi mesin berdasarkan metrik OEE. Data penelitian diperoleh melalui pengamatan lapangan, wawancara, serta catatan historis produksi dan waktu henti mesin dari Oktober 2025 hingga Maret 2026. Dilakukan analisis terhadap six big losses untuk mengidentifikasi penyebab utama kerugian yang memengaruhi efisiensi mesin. Hasil menunjukkan mesin A3Flex memiliki tingkat waktu henti yang lebih tinggi dan operasi yang kurang stabil dibandingkan dengan mesin TBA200. Penyebab utama yang berkontribusi terhadap efektivitas mesin yang kurang baik meliputi equipment failure losses (9%) pada mesin TBA200 dan reduce speed losses (20%) pada mesin A3Flex, yang mengakibatkan berkurangnya ketersediaan dan kinerja. Setelah analisis, rekomendasi peningkatan dirumuskan melalui penerapan pilar TPM, khususnya autonomus maintenance dan planned maintenance, dengan menekankan inspeksi rutin, penjadwalan pemeliharaan preventif, dan pemantauan kondisi mesin secara berkala.
PERAMALAN PERMINTAAN PRODUK MAKANAN MX GUNA MENINGKATKAN AKURASI PERENCANAAN PRODUKSI DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN DI PT XYZ Lifia Citra Ramadhanti; Rakay Edhiargo Toyosito; Angga Widyas Swara; Abby Yazid Bustommy; Moch Eko Nugroho
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 4 No. 04 (2025): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/kapalamada.v4i04.2039

Abstract

Demand forecasting plays a crucial role in production planning and inventory control, particularly in the food industry, which is characterized by fluctuating demand and limited product shelf life. This study aims to analyze and apply demand forecasting methods for MX food products in order to improve the accuracy of production planning and inventory control at PT XYZ. Historical sales data are utilized to generate demand forecasts by comparing several quantitative methods, including moving average, exponential smoothing, and linear regression. The accuracy of each forecasting method is evaluated using forecasting error measurements such as Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), and Mean Absolute Percentage Error (MAPE). The results indicate that the method with the lowest forecasting error provides more accurate demand estimates, enabling the company to reduce excess inventory and stock shortages. Improved forecasting accuracy contributes to more efficient production planning, lower inventory costs, and better managerial decision-making at PT XYZ.
Project Scheduling of Aruna Solar Power Plant Access Road and Pond Construction Using CPM and PERT Aurellia Dianty; Lifia Citra Ramadhanti
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The success of construction projects is highly influenced by scheduling effectiveness, as project delays may lead to cost overruns, reduced productivity, and failure to achieve project targets. The Access Road and Pond Construction Project for the Aruna Solar Power Plant, undertaken by PT Wan Artha Nata Indonesia, experienced delays compared to the planned schedule. This study aimed to analyze project scheduling using the Critical Path Method (CPM) and Program Evaluation and Review Technique (PERT), identify critical activities, determine project completion duration, and evaluate schedule uncertainty. A descriptive quantitative approach with a case study design was employed. Data were collected through field observations, interviews, and project documentation, including the Work Breakdown Structure (WBS), project schedules, activity durations, and precedence relationships. CPM analysis was used to identify the critical path and determine the project duration, while PERT analysis was applied to evaluate schedule uncertainty using optimistic, most likely, and pessimistic time estimates. The results indicated that the minimum project duration was 203 days, with several activities identified as critical activities having no scheduling flexibility. Furthermore, the PERT analysis revealed the existence of schedule uncertainty caused by weather conditions, site constraints, material delivery delays, and permit approval processes.