Penelitian ini bertujuan menganalisis pengendalian kualitas dan menentukan tindakan preventive maintenance untuk mengurangi defect produk sepatu di PT. AZYU. Penelitian menggunakan data produksi dan defect periode April–Juni 2026 serta data setelah penerapan maintenance pada periode evaluasi. Analisis dilakukan melalui check sheet, diagram Pareto, Statistical Process Control dengan P-Chart, identifikasi peralatan terkait, penyusunan jadwal pengasahan gunting dan perawatan mesin hotmelt, serta evaluasi before–after. Hasil menunjukkan 3.674 kejadian defect dari 80.240 unit produksi. Kotor Lem mencapai 1.601 kejadian atau 43,58%, sedangkan Benang Panjang mencapai 1.044 kejadian atau 28,42%. Kedua defect utama menyumbang 72,00% dari seluruh defect. Hasil P-Chart digunakan untuk menetapkan dua defect tersebut sebagai prioritas. Benang Panjang dikaitkan dengan ketajaman gunting, sedangkan Kotor Lem dikaitkan dengan kondisi mesin hotmelt. Setelah maintenance, proporsi Benang Panjang turun dari 1,3011% menjadi 0,7121%, sedangkan Kotor Lem turun dari 1,9953% menjadi 0,6889%. Secara keseluruhan, proporsi kedua defect prioritas turun dari 3,2964% menjadi 1,4009% pada periode evaluasi.
Copyrights © 2026