Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengungkapan lingkungan dan frekuensi rapat komite audit terhadap kinerja keuangan perusahaan subsektor perkebunan kelapa sawit yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari laporan tahunan, laporan keberlanjutan, dan laporan keuangan. Sampel dipilih melalui purposive sampling. Dari 28 perusahaan dalam populasi, delapan perusahaan memenuhi kriteria, dengan 37 observasi digunakan setelah tiga data pencilan dikeluarkan. Pengungkapan lingkungan diukur melalui indeks pengungkapan berbasis indikator Global Reporting Initiative, frekuensi rapat komite audit dihitung berdasarkan jumlah rapat, sedangkan kinerja keuangan diukur menggunakan Return On Assets. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 27. Hasil menunjukkan bahwa pengungkapan lingkungan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan (t = −1,155; p = 0,256). Frekuensi rapat komite audit berpengaruh negatif dan signifikan (t = −3,807; p < 0,001). Kedua variabel secara simultan berpengaruh signifikan (F = 8,206; p = 0,001), dengan Adjusted R² sebesar 0,286. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas pengungkapan lingkungan belum terkait langsung dengan profitabilitas dalam sampel, sedangkan frekuensi rapat perlu dinilai bersama kualitas pengawasan dan tindak lanjutnya.
Copyrights © 2026